Potensinews.id – Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, memimpin upacara gabungan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Agenda ini dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Tanggamus pada Selasa, 2 Juni 2026.
Upacara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Pejabat Fungsional, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.
Dalam kesempatan itu, Agus Suranto bertindak sebagai Inspektur Upacara untuk membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI sekaligus amanat tertulis dari Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan peran ideologi negara dalam menjaga kemajemukan domestik sekaligus kontribusi diplomasi Indonesia di kancah global.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang kokoh. Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, bangsa Indonesia terbukti tetap solid dalam bingkai keberagaman,” ujar Agus Suranto saat membacakan amanat.
Selain menegaskan nilai kebangsaan, momentum upacara ini sekaligus dimanfaatkan untuk menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni mendatang. Indonesia sendiri mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Melalui pesan tertulisnya, Bupati Tanggamus mengajak seluruh aparatur pemerintahan untuk menjadi pelopor dan teladan bagi masyarakat dalam upaya pelestarian alam serta mitigasi perubahan iklim.
Aparatur sipil negara diimbau untuk mulai menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dari ruang kerja. Di antaranya dengan meminimalkan pemakaian plastik sekali pakai, membiasakan diri membawa botol minum (tumbler), serta menghemat penggunaan listrik dan air.
Bupati menegaskan bahwa tantangan lingkungan seperti penumpukan sampah dan pemanasan global membutuhkan aksi nyata yang berkelanjutan, bukan sekadar kebijakan di atas kertas. Oleh sebab itu, keteladanan dari jajaran birokrasi menjadi kunci utama penggerak kesadaran publik.












