Berita

Santri PPTQ Assahil Didorong Jadi Pelopor Pesantren Ramah Lingkungan

×

Santri PPTQ Assahil Didorong Jadi Pelopor Pesantren Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Santri PPTQ Assahil Didorong Jadi Pelopor Pesantren Ramah Lingkungan
Para santri PPTQ Assahil mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama civitas akademika ITERA di Lampung Timur, Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Potensinews.id — Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Assahil, Lampung Timur, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan civitas akademika Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama para santri.

Kegiatan yang berlangsung pada Agustus 2026 tersebut mengusung konsep pemberdayaan santri melalui pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Salah satu program utama yang dijalankan yakni “Pemberdayaan Santri Melalui Implementasi Teknologi Constructed Wetland dalam Pengelolaan Air Limbah Menuju Pesantren Berkelanjutan”.

Program tersebut merupakan bagian dari Skema Program Pemberdayaan Masyarakat Lingkup Kepakaran 2026 dan melibatkan Program Studi Teknik Lingkungan ITERA.

Tak hanya memperkenalkan teknologi constructed wetland untuk pengelolaan air limbah, tim PkM juga mengenalkan sejumlah inovasi lingkungan lainnya. Di antaranya produksi eco-enzyme dari limbah organik, sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting), pembuatan ecobrick, hingga pengolahan minyak jelantah menjadi sabun.

Baca Juga:  Menko Pangan dan Gubernur Lampung Komit Dukung Swasembada Pangan Ramah Lingkungan

Kegiatan dirancang tidak sekadar berupa penyampaian materi. Para santri dilibatkan secara aktif melalui praktik sehingga mereka dapat memahami sekaligus mencoba langsung teknologi sederhana yang berpotensi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Dibagi Tiga Kelompok

Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan, para santri dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan pendampingan dari penanggung jawab yang berasal dari PPTQ Assahil dan ITERA.

Melalui metode tersebut, santri didorong untuk tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga mampu mempraktikkan dan mengembangkan berbagai solusi sederhana terkait persoalan lingkungan di sekitar mereka.

Dari Santri untuk Pesantren Berkelanjutan

Program PkM ini sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran dalam penerapan teknologi dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Bangkitkan Sastra Daerah, Udo Z Karzi Sabet Hadiah Sastra Rancage 2025

Melalui teknologi constructed wetland, para santri dikenalkan dengan metode pengolahan air limbah yang memanfaatkan proses alami melalui media dan tanaman tertentu. Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah cair yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, melalui pembuatan eco-enzyme, santri belajar memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Sistem rainwater harvesting memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan air hujan sebagai sumber air alternatif.

Adapun pembuatan ecobrick menjadi sarana edukasi dalam mengurangi dan mengelola sampah plastik, sedangkan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun menunjukkan bahwa limbah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Pendekatan tersebut menjadikan santri sebagai bagian penting dalam proses perubahan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Baca Juga:  Ratusan Atlet Bertarung di Kejuaraan Wushu Toulu Bandar Lampung Championship 2025

Kehadiran PkM ITERA di PPTQ Assahil diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pesantren yang semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Keberhasilan program tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari penerapan teknologi, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran, keterampilan, dan kepedulian para santri untuk menjaga lingkungan secara mandiri.

Dari pesantren, tumbuh generasi yang berilmu. Dari kepedulian terhadap lingkungan, tumbuh kehidupan yang berkelanjutan.