Potensinews.id — Akses pelayanan kesehatan berteknologi tinggi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Lampung kembali mendapat perhatian. Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung tengah mempersiapkan sejumlah layanan medis canggih agar nantinya dapat dimanfaatkan peserta JKN tanpa harus bepergian ke luar daerah.
Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S., ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung.
Kedatangan Dirut BPJS Kesehatan tersebut diterima langsung oleh Direktur RS Urip Sumoharjo, dr. Rio Rimbo. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang semakin luas kepada peserta JKN, termasuk pelayanan dengan dukungan teknologi medis canggih.
Direktur RS Urip Sumoharjo, dr. Rio Rimbo, mengatakan pihaknya bersyukur mendapat kunjungan langsung dari pimpinan BPJS Kesehatan. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang semakin luas bagi peserta JKN.
“Beliau ke sini dalam rangka memastikan kepastian komitmen Rumah Sakit Urip Sumoharjo dalam melakukan pelayanan kesehatan untuk peserta JKN,” kata Rio.
Salah satu layanan yang menjadi perhatian dalam pengembangan pelayanan tersebut adalah radioterapi. Saat ini, RS Urip Sumoharjo telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk pelayanan radioterapi.
Selain radioterapi, rumah sakit juga tengah memproses kerja sama untuk layanan kedokteran nuklir. Rio berharap proses tersebut dapat terealisasi pada akhir tahun ini sehingga peserta JKN nantinya dapat memperoleh pelayanan kedokteran nuklir dengan menggunakan jaminan kesehatan nasional.
Menurut Rio, keberadaan layanan kedokteran nuklir di Lampung memiliki arti penting karena masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut selama ini berpotensi harus bepergian ke kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung.
Perjalanan ke luar daerah tidak hanya membutuhkan waktu lebih panjang, tetapi juga dapat menambah beban biaya pasien dan keluarga, mulai dari transportasi hingga kebutuhan akomodasi selama menjalani pelayanan kesehatan.
“Kalau memang bisa dilakukan di sini, kenapa tidak,” ujarnya.
Rio menjelaskan, layanan kedokteran nuklir yang dipersiapkan RS Urip Sumoharjo diharapkan tidak hanya melayani masyarakat Lampung, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dari wilayah lain di Sumatera bagian selatan.
“Pelayanan kedokteran nuklir kita adalah satu-satunya di Sumatera bagian selatan. Jadi tidak hanya mencakup Lampung saja, sudah mencakup daerah lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, Rio menegaskan masih terdapat sejumlah layanan yang proses kerja samanya dengan BPJS Kesehatan masih berjalan. Di antaranya kateterisasi jantung atau cath lab dan layanan kedokteran nuklir.
Ia menjelaskan, proses tersebut bukan berarti layanan tidak dapat ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan masih membutuhkan sejumlah perhitungan dan tahapan sebelum kerja sama dapat direalisasikan.
BPJS Kesehatan perlu melihat kebutuhan pelayanan berdasarkan jumlah pasien di wilayah sekitar, termasuk kebutuhan kuota layanan, daftar antrean, hingga proyeksi jumlah pasien yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Bukan tidak ter-cover, sedang berproses. BPJS kan perlu perhitungan berapa banyak pasien yang ada di lingkungan sekitar,” terang Rio.
Ia menambahkan, apabila kebutuhan pasien terus meningkat, pihak rumah sakit akan menyampaikan kondisi tersebut kepada BPJS Kesehatan sebagai bahan pertimbangan untuk penambahan kuota pelayanan.
“Kalau nanti kebutuhan pasien meningkat, tentu saja informasi ini kami sampaikan dulu ke BPJS Kesehatan. Untuk menambah kuota memang butuh perhitungan yang jelas, data, daftar antrean dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara untuk pelayanan radioterapi, RS Urip Sumoharjo saat ini telah memiliki satu mesin dan menyatakan kesiapan untuk menambah kapasitas pelayanan melalui penambahan mesin.
Namun, Rio menegaskan pengembangan fasilitas kesehatan tidak semata-mata mengejar peningkatan jumlah pasien atau volume pelayanan. Aspek kualitas dan nilai manfaat pelayanan bagi peserta JKN tetap menjadi perhatian utama.
“Tidak hanya mengejar kuantitas atau volume, tapi juga kualitas dan value layanan kesehatan peserta JKN,” pungkasnya.
Dengan pengembangan sejumlah layanan tersebut, RS Urip Sumoharjo berharap peserta JKN di Provinsi Lampung dan wilayah Sumatera bagian selatan semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan berteknologi tinggi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat akses pelayanan kesehatan di Lampung, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan layanan medis dengan teknologi dan fasilitas yang lebih kompleks.












