Potensinews.id – Perayaan HUT ke-54 Real Estat Indonesia (REI) di Lampung 5-7 Mei 2026 menjadi momen ejawantah titik balik kebangkitan industri properti. Juga, momen refleksi kiprah keindonesiaan REI, asosiasi pengembang properti tertua terbesar di Indonesia, pembesut paradigma baru pembangunan properti: “Propertinomic” di era pemerintahan Prabowo-Gibran. Ini
Tema raya perhelatan, “Membangun Kebersamaan dan Solidaritas REI Menuju Bangkitnya Industri Properti”,
merujuk taklimat media Ketua Pelaksana, Djoko Handoko Halim Santoso tenar Djoko Santoso, didampingi Ketua REI Lampung Yuliana Gunawan awal pekan ini, senada tema hari H ultah 11 Februari lalu.
Nun ia bukan sekadar tema. Lebih berkedalaman, itu wujud respons tantangan terkini industri ini. Untuk itu, REI yang kini diurus 195 punggawa DPP dan hadir di 38 provinsi dan satu DPD khusus Batam berkehendak menjadikan HUT ke-54 ini sebagai titik balik kebangkitan industri properti ditengah atmosfer yang belum seutuhnya pulih.
Sehingga kemudian, dengan bertungkus-lumus dari Bumi Ruwa Jurai Lampung, lantas semangat kebersamaan dan solidaritas terus diutas dicentang-perenangkan guna merengkuh balik kepercayaan pasar.
Pasalnya selain modal usaha, bagi REI kepercayaan juga modal sosial nomor wahid alias numero uno. Ibarat rumah sesuai denah, denyut industri properti butuh kepercayaan sebagai pondasi.
“Tanpa itu sulit untuk tumbuh. Karena itu kebersamaan dan solidaritas menjadi kunci agar kita bisa bangkit bersama,” ujar Djoko, bos Lampung Utama Construksindo, ketua ke-9 REI Lampung dua periode 2017–2023, kini Waketum DPP REI 2023–2027 Bidang Vegetasi dan Lanskap ini.
Sebagaimana terbujur tercermin dari tata laksana agenda, Djoko mengeklaim perayaan HUT ke-54 REI ini tak melulu fokus seremoni. Pihaknya berupaya hadirkan rancang susun perhelatannya sekaligus sebagai gerakan kolektif demi memperkuat ekosistem properti nasional.
Rancangan helat tersusun dikemas partisipatif. Dengan pelibatan multipihak, pemerintah hingga khalayak. Tajuk “Ngupi Pay” bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Mahan Agung, hari pertama Selasa (5/5/2026) misal, didesain jadi simbol kolaborasi mutualis regulator dan pelaku usaha.
Turut hadir, rocker pelantun lagu legendaris “Preman” dan aktor, pebisnis serius properti sejak 90an; bos korporat Panca Jaya Propertindo, pengembang Sepang Mountain Residence Serang Banten; Cileungsi Elok, Griya Cendekia, Griya Kencana Asri (tiga di Bogor); Pelangi Bintaro, Puri Marissa Ciputat, Permata Kelabat Manado, Griya Mekar Indah Karawang; eks cawabup Lampung Selatan 2010; eks Waketum Bidang Komunikasi, Promosi, dan Pameran, kini Waketum Bidang Komunikasi Publik dan Promosi DPP REI: Ahmad Zulfikar ‘Ikang’ Fawzi.
Lantas, bakti sosial pembagian paket sembako bersama Walikota Bandarlampung, hari kedua Rabu (6/5/2026), lain misal, turut jadi bagian perwujudan komitmen tanggung jawab sosial industri properti kepada masyarakat.
“Kami turut buka ruang partisipasi lebih luas, melibatkan pelaku UMKM di berbagai agenda termasuk kegiatan reuni, kontemplasi, hingga fun game. Ini bertujuan memperkuat jejaring dan solidaritas antar anggota,” sorong Djoko, pun halnya taja Forum Bisnis gagasan Pemprov Lampung yang diproyeksi jadi katalis baru dorong pertumbuhan properti.
“Forum ini bukan hanya ajang bertemu, tapi tempat bangun kepercayaan, buka peluang kolaborasi baru,” sorong dia lagi, berharap forum itu dapat pertemukan pemangku kebijakan, investor, dan industrialis di satu ruang strategis.
Poin Djoko, melalui seluruh tangkai helat HUT ke-54, REI menegaskan kebangkitan industri properti tak bisa berjalan sendiri. Butuh sinergi kolaborasi, kepercayaan, plus langkah bersama hadapi ragam kompleksitas tantangan kedepan.
“Dari Lampung, pesan itu ingin kami tegaskan, ini saatnya industri properti bangkit bersama,” bentang asa dia.
Asa Djoko sebangun asa insan REI, seperti disuarakan salah satunya oleh Ketua REI Komisariat Solo Raya Oma Nuryanto pas hari jadi 11 Februari. “Semoga REI semakin solid, terus berinovasi, jadi garda terdepan mewujudkan hunian bagi seluruh masyarakat Indonesia, terus tumbuh sebagai organisasi solid berintegritas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.”
Ditelisik jauh dekat; dalam konteks keindonesiaan, pasang surut suka duka, dan rekam jejak peran kuncinya sebagai asosiasi pengembang properti tertua terbesar di Indonesia dalam pembangunan perumahan nasional; pejuang aktif kepentingan pengembang (kecil, menengah, besar) dan fokus pembangunan hunian; anggotanya bersumbangsih atas 58 persen pembangunan rumah secara nasional dan 46 persen rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Satu lagi —bak sepele nun membekas, seperti diterapkan lewat taja HUT ini serta sebelum-sebelumnya, REI turut mengikutsertakan keluarga (termasuk keturunan biologis terutama penerus bisnis) pengusaha anggotanya, bagian upaya kaderisasi dan regenerasi insan pengusaha properti.
Selemah-lemahnya, selain agar soliditas antar anggota REI sebagai sesama “saudara tidak sedarah” tetap terus terjaga terpelihara, ini sekaligus agar keberlanjutan eksistensi dan garansi masa depan bisnis usahanya langgeng tralala.
Sejak didirikan hingga kini, keaktifan REI memperjuangkan kepentingan lebih dari 6.000 korporat anggotanya; sebagaimana terpantau terus diperkokoh pula dengan membangun ‘lantai’ jejaring, ‘dinding’ sinergi, dan ‘atap’ kolaborasi dengan pengampu kebijakan dan pemangku kepentingan sektor properti. Termasuk perbankan.
Dari situ, rekam jejak kiprah REI dan asa Djoko, Oma dan insan REI lainnya, bersua benang merah. Asa itu menjadi bukan sembarang asa, melainkan nukilan buah hasil separo abad lebih dedikasi cipta karya, olah karsa, dan olah rasa.
Matang usia, bikin komitmen REI guna terus berkarya, berinovasi, berkontribusi bagi pembangunan NKRI juga terpantau terus membara dan kian jauh dari kata sia-sia.
Di berbagai kesempatan publik, REI bertaklimat selalu siap, selalu ada dalam dukung program pemerintah. Tidak cuma membangun rumah bersubsidi untuk MBR via Program 3 Juta Rumah, jua dalam pengembangan kawasan kota baru (township), kawasan industri, hingga kawasan ekonomi khusus (KEK) termasuk kawasan penunjang pariwisata.
Sejurus, sejumlah analis properti ada menyebut totalitas kiprah ini: teladan bukti. Dengan tidak menafikkan poin senada, asosiasi pengembang perumahan, organisasi wadah pengembang perumahan dan permukiman yang berperan jalin silaturahmi dan bangun jaringan kerja kemitraan pembangunan perumahan dan permukiman di Indonesia, lainnya.
Sekaligus pengingat, sebut saja perinci abjad: Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (AP2PERSI), Asosiasi Penyiapan dan Penyediaan Papan Indonesia (APEPPI), Asosiasi Pengembang Perumahan Indonesia (APPERINDO), Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (APERNAS), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), APERSI Bersatu, dan Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya (Appernas Jaya).
Berikut, Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (ASPERI), Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (ASPPRIN), Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS), Developer Properti Indonesia (DEPRINDO), Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA), dan Himpunan Pengembang Nusantara (HIPNU).
Serta, Perkumpulan APERSI, Perkumpulan Pengembang Realestat Indonesia (PARSINDO), Perkumpulan Pengembang Sukses Bersama (PERPESMA), Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara (PERWIRANUSA), Pengembang Indonesia (PI), Property Indonesia (PIN), dan REI sendiri.
Empat di antaranya (melalui ketua umum masing-masing): Ketum APERSI Junaidi Abdillah, Ketum Appernas Jaya Andriliwan Muhammad, Ketum ASPRUMNAS Muhammad Syawali Pratna dan Ketum HIMPERRA Ari Tri Priyono, secara terbuka mendeklarasikan Gabungan Asosiasi Pengembang Rumah Rakyat (GASPERR) —aliansi strategis guna dukung program unggulan pemerintahan baru Prabowo-Gibran: 3 Juta Rumah bagi MBR, di Sari Pacific Jakarta Pusat, 15 November 2024. Junaidi didaulat koordinator.
Balik ke REI. Sekadar ilustrasi 54 tahun kiprah, tercatat 17 ketua umum pernah menahkodainya. Sejak era pendiri cum ketum pertama 1972–1974 mendiang Ciputra; ketum kedua mendiang Eric FH Samola 1974–1977; lalu ketiga Soekardjo Hadisoewirdjo 1977–1983; keempat kurun 1983–1986 kelak Menteri Negara Perumahan Rakyat Kabinet Pembangunan V (1988–1993), Menteri Transmigrasi Kabinet Pembangunan VI (1993–1998), Fraksi Utusan Golongan MPR 1999–2004, cawapres 2004, dan aleg DPR/MPR 2009–2014: Siswono Yudohusodo.
Ketum kelima 1986–1989 legenda bulutangkis mendiang Ferry Sonneville; ketum keenam per 1989–1992 kelak 1,5 periode Ketum KADIN 2003–2013 (periode kedua letakkan jabatan digantikan Adi Putra Darmawan Tahir 2010, fokus selaku Menteri Perindustrian KIB II 2009–2014, mertua mantan biduanita cilik asal Lampung Enno Lerian istri Nayaka Untara anak ke-5: MS Hidayat.
Ketujuh, periode 1992–1995 kelak anggota PAW Fraksi Partai Golkar DPR per 2000 menjabat hingga 2013 lalu loncat NasDem kelak Menteri Perdagangan resuffle Kabinet Kerja menjabat 27 Juli 2016-Oktober 2019, Enggartiasto Lukita; kedelapan, medio 1995–1998 Edwin Kawilarang.
Kesembilan, per 1998–2001 saat bersamaan aleg Fraksi Partai Golkar DPR 1999–2004 didalamnya dia Wakil Ketua Komisi VIII DPR plus pimpinan Fraksi MPR 2001–2004, pernah Dirut Lautan Berlian Realty 1998–2004, Ketua Komisi VII DPR 2004–2009, Ketum PSSI 2004–2007 putra Lampung satu-satunya kelahiran Kotabumi Lampung Utara 1954 yang sukses jadi orang nomor satu di REI, ayah pewara (news anchor) MetroTV Andini Effendi: Agusman Effendi.
Ketum ke-10 periode 2001–2004 Yan Mogi, ketum ke-11 medio 2004–2007 Lukman Purnomosidi, ketum ke-12 kurun 2007–2010 Teguh Satria, ketum ke-13 periode 2010–2013 Setyo Maharso, ke-14 medio 2013–2016 kelak Sekretaris Umum DPN APINDO 2018–2023 kini Waketum APINDO 2023–2028 Eddy Hussy.
Ketum ke-15 periode 2016–2019 Soelaeman Soemawinata, ketum ke-16 medio 2019–2023 Paulus Totok Lusida, dan kini ketum ke-17 periode 2023–2027 Joko Suranto.
“Propertinomic”, Pendekatan Baru REI
Ketum anyar, produk Munas 10 Agustus 2023 Joko Suranto, mantan Ketua REI Jawa Barat ini selain relatif sukses bawa angin segar pembaharuan di tubuh organisasi.
Sadar pemerintahan baru hadir program baru pun lahir, mantan bankir, CEO Buana Kassiti Group, holding company 4 korporat properti, perhotelan, resor, ritel, manufaktur, dan keuangan berbasis di Bandung dirian 2008 buah rintisannya garap proyek Perum Bumi Sentra Mas di Tasikmalaya 2004 silam ini; tergolong ketum mahir.
Sadar situasi, ketum lantas kaya aksentuasi. Oleh pria kelahiran Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, Jawa Tengah, 20 Januari 1969 silam ini, persesuaian program REI kontan dipertajam pascapemerintahan baru Prabowo-Gibran starter langgam.
Mahapuncak persesuaian, terbujur salah satunya dalam momen tahun lewat, Perayaan HUT ke-53 REI di Kalimantan Timur dihadiri seribuan anggota REI beserta keluarga dari total 6.000-an anggota stelsel aktif se-Tanah Air peserta turnamen golf, bedah rumah total 358 rumah se-Indonesia, welcome dinner, kunjungan dan penanaman 1.000 pohon di Ibu Kota Nusantara (IKN), city tour dan gala dinner; tujuh tangkai helat tiga titik Benua Etam: Samarinda, Balikpapan, plus IKN Penajam Paser Utara, 14-16 Mei 2025.
Setengahnya terdengar berbau kemiripan dengan konsep paradigma pembangunan sosial ekonomi Prabowonomics introduksi think tank lingkar kekuasaan pemerintahan baru Prabowo-Gibran, pun hingga kini tetap terdengar menarik, REI membesut sekaligus memperkenalkan paradigma baru umpan baliknya dalam tema raya HUT ke-53 Kaltim itu: “Propertinomic Sukseskan 3 Juta Rumah”.
Tema ini sekaligus penegas kesiapan REI digerakkan kapan saja demi memacu percepatan pencapaian target Program 3 Juta Rumah bagi MBR gagasan Presiden Prabowo.
Joko, sarjana hukum jebolan UNS Solo, dan Magister Hukum Bisnis jebolan Unika Parahyangan Bandung ini bilang, paradigma “Propertinomic” ini pola pendekatan yang REI siapkan demi sukses program raksasa mulia itu.
Per konsepsi, menyitat ulang keterangan pidato Joko saat Ramah Tamah REI dan Pemprov Kaltim di Samarinda, 15 Mei 2025 lalu itu, “Propertinomic” merupakan pendekatan yang menjadikan sektor properti termasuk didalamnya sub sektor perumahan sebagai pengungkit perekonomian nasional. Keberpihakan terhadap sektor properti terutama subsektor perumahan diyakini akan membangkitkan “raksasa tidur” bernama properti yang tidak hanya padat karya, tetapi juga bertaut erat dengan 185 industri di sektor riil lainnya.
Selama ini, imbuh dia, sektor properti telah berkontribusi besar pada produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 14 persen, menyumbang pos pendapatan APBN sebesar 9 persen, pendapatan asli daerah (PAD) antara 35 persen sampai 55 persen, mampu serap 14-17 juta tenaga kerja.
Sektor ini juga berperan dalam menurunkan angka kemiskinan sebesar 8 persen, serta menekan stunting seperti yang diinginkan Presiden Prabowo. “Itu tanpa adanya kementerian. Tetapi sekarang dengan adanya Kementerian PKP, seharusnya kontribusi sektor properti bisa naik berlipat ganda dan beri dampak besar terhadap perekonomian nasional,” tandasnya setengah mengeklaim.
“Propertinomic telah kami presentasikan di hadapan Bapak Prabowo, November 2023, Februari 2024. Propertinomic telah terakomodir dalam kebijakan yang disusun Satgas Perumahan, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ungkap dia Mei tahun lalu itu.
Sebagai informasi, dengan kembang dinamika antara lain usulan APERSI kepada pemerintah agar menaikkan harga keekonomian rumah subsidinya menjadi Rp250 juta per unit menyesuaikan kriteria MBR dengan batasan penghasilan hingga Rp14 juta per bulan, sebagaimana penetapannya via Permen PKP 5/2025 dimana untuk zona 4 (tertinggi) batasannya mencapai Rp12 juta-14 juta per bulan.
APERSI sejak 2023 juga menekankan pentingnya kepastian kuota, suku bunga 5 persen, dan tenor 10-15 tahun agar MBR mudah mengakses rumah.
Terkait kuota, tahun lalu pemerintah menaikkan kuota rumah subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk MBR menjadi 350 ribu unit yang didistribusikan ke asosiasi pengembang termasuk REI.
Penambahan signifikan dari rencana awal untuk dukung target pembangunan perumahan di bawah pemerintahan Prabowo dan atasi backlog perumahan itu, penyalurannya terealisasi 278.868 unit senilai Rp34,64 triliun hingga akhir 2025. Dan, kuota FLPP yang diprioritaskan peruntukannya bagi MBR yang membeli rumah pertama via bank pelaksana seperti BTN, BRI ini, berbunga tetap 5 persen hingga lunas.
Soal apakah kebijakan penambahan kuota menjadi 350 ribu itu lalu turut mengerek harga dan penjualan rumah subsidi, seperti disitat ulang wawancaranya dengan Kontan 28 April 2025, Waketum DPP REI Bambang Ekajaya bilang, terkait usulan kenaikan batas harga rumah subsidi FLPP, ada tim dari Kementerian PKP dan asosiasi yang rutin mengecek.
Menyebut koordinasi REI dengan pemerintah berjalan baik, Bambang mengkonfirmasi, dari hasil penjualan FLPP tahun ke tahun, “permintaan jauh lebih besar dari ketersediaan.”
Untuk itu, apapun problem pokok dan betapapun rumitnya relaksasi aksesibilitas sekalipun terutama soal fleksibilitas terkait aspek kolektibilitas perbankan dari sisi konsumen, arti penting kehadiran REI bertungkus-lumus turut serta sukseskan program 3 Juta Rumah sudah sepantasnya terus ditingkatkan performanya minimal dipertahankan.
Pasal menggembirakannya, hingga akhir 2025, REI sukses pertahankan posisi sebagai asosiasi pengembang dengan kontribusi tertinggi dalam pembangunan dan penyaluran rumah subsidi FLPP ini dengan total realisasi: 117.680 unit!
Ini setara 42,20 persen dari total penyaluran nasional 2025 (278.868 unit). REI peringkat pertama, diikuti APERSI (82.514 unit), HIMPERRA (37.593 unit). Ini menunjukkan sepanjang 2025, REI jadi tulang punggung utama penyediaan rumah subsidi MBR dibawah program FLPP kelolaan BP Tapera.
Sisi lain, selain upaya eksekusi pembangunan rumah subsidi skema FLPP khusus untuk kaum buruh/pekerja, pemerintah juga sediakan 1.000 unit rumah subsidi senada khusus bagi karyawan SPPG Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bagaimana purwarupanya kemudian di 2026 ini, berkaca dari fakta penyaluran KPR FLPP Sejahtera untuk 350 ribu unit rumah subsidi pada 2025 menunjukkan tren positif terbukti dari kenaikan masif per bulannya.
Bertepatan momen 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) pada 20 Oktober 2025 membeberkan, per tanggal itu saja, realisasi penyaluran oleh BP Tapera: 203.439 unit senilai Rp25,24 triliun. Dengan demikian capaian tersalur per 2022 s/d Oktober 2025 setotal 858.739 unit senilai Rp101,3 triliun.
Jika dilihat secara tahunan (year on year/yoy) dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo menyalurkan FLPP, terjadi kenaikan 10,99 persen. Periode 20 Oktober 2023-20 Oktober 2024 sebesar 214.305 unit, di periode 20 Oktober 2024-20 Oktober 2025 sebanyak 237.859 unit.
Sedang untuk performa penyaluran FLPP BP Tapera di 2025 secara yoy terdapat kenaikan 22,63 persen yaitu periode 1 Januari-20 Oktober 2024 sebesar 165.880 unit, dengan 1 Januari-20 Oktober 2025 sebesar 203.439 unit.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, didampingi Kadiv Sekretariat Komunikasi dan Badan, Alfian Arif, jumpa pers di Jakarta (20/10/2025), beber upaya uber target dari sisi supply juga demand.
Didukung, penguatan tata kelola dan manajemen risiko yakni dengan memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat; monev keterhunian Semester I bersampel 29.966 rumah dengan tingkat keterhunian 92 persen (27.751 unit dihuni); monitoring kinerja bank penyalur; transparansi melalui digitalisasi proses pembiayaan; dan penguatan prosedur dan budaya risiko program.
Sisi permintaan misal, BP Tapera menambah bank penyalur baru: Bank Nobu dan Bank Artha Graha sehingga total jadi 41. BP Tapera jua perkuat kerja sama mitra strategis, dorong pengembang mengakselerasi pembangunan rumah subsidi, dan beri rating developer berdasar penilaian MBR.
Kemudian, menggencarkan percepatan penyaluran melalui anjangsana sosialisasi di berbagai provinsi baik mandiri pun via kolaborasi kementerian terkait serta pemda setempat, sosialisasi berdasar segmentasi profesi, asosiasi, korporasi swasta hingga ormas; gathering pengembang serta bank penyalur bahas isu terkini; hingga pemetaan demand lihat potensi calon debitur.
Menegaskan FLPP salah satu program pemerintah paling diminati, Heru menyebut peruntukan KPR FLPP bagi MBR peroleh rumah pertamanya, digenapi kemudahan fasilitas uang muka mulai dari 1 persen, bunga tetap 5 persen sampai lunas, tenor cicilan panjang hingga 20 tahun berangsuran terjangkau: Rp1 juta-an hingga lunas.
Dari Lampung, provinsi dengan backlog perumahan hingga 270 ribu unit ini; taja HUT ke-54 REI turut pula diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi daerah, tak cuma saat berlangsung. Tetapi juga bisa ada yang “nyangkut” melalui peminatan investasi properti pascaperhelatan, terutama via skema kerja sama investasi patungan. Seperti disuarakan salah satunya oleh pengembang properti yang juga Ketua APINDO Lampung, Ary Meizari Alfian.
Adapun info Ketua REI Lampung Yuliana Gunawan, untuk agenda hari kedua, Rabu (6/5/2026) sesuai rundown tersusun. Panitia penjemputan idem, standby Bandara Raden Inten II Natar Lampung Selatan, sambut ketibaan peserta susulan.
Peserta, panitia lokal dan nasional lalu beranjangsana sua Walikota Bandarlampung Eva Dwiana sekaligus serahkan paket sembako Bakti Sosial HUT ke-54 REI, pukul 8-9 pagi. Kelar itu, peserta ikuti Family Gathering di Lampung Marriot Resort & Spa, Desa Hurun, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, pukul 10.00-18.00 WIB.












