Potensinews.id — Komnas HAM RI kembali memperkuat komitmennya dalam membangun kesadaran hak asasi manusia di kalangan generasi muda melalui kegiatan Kemah Generasi HAM 2026 bertema Be Young Be Human Being yang digelar pada 7–9 Mei 2026 di Aston Pontianak Hotel & Convention Center. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi, diskusi, dan penguatan perspektif HAM bagi mahasiswa serta komunitas anak muda di Kalimantan Barat.
Program yang diinisiasi Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI tersebut diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, komunitas sosial, hingga lembaga bantuan hukum. Mereka berasal dari Politeknik Negeri Pontianak, Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Panca Bhakti, komunitas generasi muda, organisasi disabilitas, hingga lembaga advokasi masyarakat sipil di Kalimantan Barat.
Kepala Biro Dukungan Pemajuan Komnas HAM RI, Endang Sri Melani, menjelaskan bahwa Kemah Generasi HAM merupakan program strategis Komnas HAM yang telah berjalan sejak 2024 dan terus mendapat antusiasme tinggi dari kalangan muda. Menurutnya, program tersebut awalnya dilaksanakan secara daring dan menyasar mahasiswa serta NGO dari berbagai daerah di Indonesia.
“Minat terhadap Kemah Generasi terus meningkat setiap tahunnya. Tahun ini menjadi program pertama yang dilaksanakan secara hybrid dan para peserta terlihat sangat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kami berharap peserta mampu menghidupkan nilai-nilai HAM setelah mengikuti Kemah Generasi ini,” ujar Endang saat menyampaikan laporan panitia.
Sementara itu, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI, Abdul Haris Semendawai, menegaskan bahwa Kemah Generasi HAM menjadi wadah pembentukan karakter kritis generasi muda agar mampu memahami persoalan HAM secara lebih luas dan substantif. Ia menyebut konsep Kemah Generasi Artificial yang diusung tahun ini mengandung makna bahwa peserta tetap harus berpikir luas meski kegiatan berlangsung di dalam ruangan.
“Komnas HAM ingin generasi muda bebas mengemukakan pendapat, berdiskusi, dan berekspresi terhadap berbagai persoalan mendasar di tengah masyarakat. Anak muda hari ini adalah calon pemimpin bangsa di masa depan sehingga penting memiliki kesadaran HAM yang kuat,” kata Abdul Haris Semendawai saat membuka kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti sejumlah isu HAM yang masih menjadi perhatian, mulai dari hak masyarakat adat Dayak atas tanah, kekerasan berbasis gender yang melahirkan Undang-Undang TPKS, hingga terbatasnya kebebasan akademik mahasiswa.
Melalui Kemah Generasi HAM 2026, Komnas HAM RI berharap lahir generasi muda yang menjunjung nilai kesetaraan, menghargai perbedaan, serta mampu menjadi agen perubahan dalam memperjuangkan hak asasi manusia di Indonesia.












