Berita

Poltekkes Tanjungkarang Latih Kader Posyandu Lewat Model “Sahabat Asi” untuk Cegah Stunting

×

Poltekkes Tanjungkarang Latih Kader Posyandu Lewat Model “Sahabat Asi” untuk Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Poltekkes Tanjungkarang Latih Kader Posyandu Lewat Model "Sahabat Asi" untuk Cegah Stunting
Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Kader Posyandu Model “SAHABAT ASI” (Pendampingan Kader Menyusui Berbasis Posyandu dalam Mendukung ASI Eksklusif, IMD, dan Pencegahan Stunting) di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada 4–5 Juni 2026. | Ist

Potensinews.idPoltekkes Kemenkes Tanjungkarang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Kader Posyandu Model “SAHABAT ASI” (Pendampingan Kader Menyusui Berbasis Posyandu dalam Mendukung ASI Eksklusif, IMD, dan Pencegahan Stunting) di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada 4–5 Juni 2026.

Kegiatan yang diikuti 25 kader Posyandu ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam mendampingi ibu hamil dan ibu menyusui guna mendukung keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif, serta pencegahan stunting.

Acara dibuka oleh Sekretaris Camat Panjang Syharil, SH, dan dihadiri Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Lenny Syahnimar, SKM., MH., Plh Kepala Puskesmas Panjang Ns. Firiansyah, S.Kep., Lurah Ketapang Sukarno, SE., serta kader Posyandu dan tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Hadirkan Koh Dondy Tan, Dewan Da’wah Lampung Gelar Tabligh Akbar "Perjalanan Menuju Hidayah"

Lenny Syahnimar mengatakan kader Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program kesehatan ibu dan anak, khususnya ASI eksklusif dan pencegahan stunting.

Sementara itu, Syahril mengapresiasi kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Pelatihan yang dipimpin Bdn. Nelly Indrasari, S.Si.T., M.Kes. bersama tim ini memberikan materi tentang ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, IMD, perlekatan bayi saat menyusu, serta peran kader dalam pencegahan stunting. Kegiatan dikemas melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari kategori cukup menjadi sangat baik setelah mengikuti pelatihan. Tingkat kepuasan peserta juga berada pada kategori sangat puas.

Baca Juga:  Gepak Lampung Pertanyakan Keberadaan Pj Gubernur di Tengah Bencana Banjir

Menariknya, seluruh peserta menyatakan siap menerapkan Model “SAHABAT ASI” di Posyandu masing-masing sebagai upaya mendukung peningkatan cakupan ASI eksklusif dan menekan risiko stunting sejak dini.

Ketua Tim Pengabdian, Nelly Indrasari, berharap Model “SAHABAT ASI” dapat menjadi inovasi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal dan mewujudkan generasi bebas stunting.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak melalui pemberdayaan masyarakat berbasis Posyandu.