Potensinews.id – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Assahil terus menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan pesantren yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis hibah yang dilaksanakan pada Rabu (1/7/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menerapkan berbagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan sekaligus mendorong terwujudnya konsep Eco-Pesantren di lingkungan PPTQ Assahil.
Pimpinan PPTQ Assahil, Gus Muhammad Latif, Lc., M.A., memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan ITERA menjadi momentum penting dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi pondok.
Direktur Litbang PPTQ Assahil, Dr. H. Abdurochman, M.Ed., mengungkapkan bahwa pengelolaan limbah domestik selama ini masih menjadi tantangan bagi pesantren.
“Ketika bicara sampah, selama ini di tempat kami memang belum ada solusinya dan belum maksimal. Kedatangan tim ITERA menjadi jawaban nyata atas permasalahan kami. Kami sangat membuka diri, dan sejauh ini baru ITERA yang langsung memberikan aksi nyata,” ujarnya.
Sementara itu, dosen Program Studi Teknik Lingkungan ITERA, Indah Yusliga Sari Purba, berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi dunia akademik maupun masyarakat.
“Harapan kami, kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang besar untuk pengembangan diri tim akademisi, kemajuan pondok pesantren, hingga masyarakat luas,” tuturnya.
Tiga Program Unggulan
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang secara berkelanjutan dengan melibatkan guru, mahasiswa, pengurus, serta seluruh santri dalam tiga kelompok kerja berbasis praktik.
Program pertama adalah Zonasi Eco-Enzyme, yakni pemanfaatan limbah organik dapur menjadi cairan eco-enzyme yang kemudian diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan, seperti sabun cuci piring, detergen, sabun tangan, hingga cairan pembersih lantai.
Program kedua, Green-Composting & 3R, berfokus pada pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, penyediaan tempat sampah terpilah, serta pengembangan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan pesantren.
Sementara itu, program ketiga adalah pembangunan Rainwater Harvesting System, yaitu instalasi pemanenan air hujan dari atap bangunan sebagai sumber air alternatif untuk kebutuhan domestik sekaligus upaya menjaga kelestarian air tanah.
Melalui kolaborasi ini, PPTQ Assahil tidak hanya berupaya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang unggul, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan. Sinergi bersama ITERA diharapkan mampu menjadikan pesantren sebagai pelopor gerakan Eco-Pesantren yang mandiri, bersih, dan berkelanjutan serta memberi manfaat bagi masyarakat luas.












