Berita

Rehabilitasi Jembatan Pendem Belum Rampung, Warga Keluhkan Jalan Berlumpur dan Minim Pengamanan

×

Rehabilitasi Jembatan Pendem Belum Rampung, Warga Keluhkan Jalan Berlumpur dan Minim Pengamanan

Sebarkan artikel ini
Rehabilitasi Jembatan Pendem Belum Rampung, Warga Keluhkan Jalan Berlumpur dan Minim Pengamanan
Rehabilitasi Jembatan Pendem di Jalan RA Basyid yang berada di perbatasan Desa Karangsari dan Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, hingga Sabtu, 23 Mei 2026, belum juga rampung. | Ist

Potensinews.id – Rehabilitasi Jembatan Pendem di Jalan RA Basyid yang berada di perbatasan Desa Karangsari dan Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, hingga Sabtu, 23 Mei 2026, belum juga rampung. Keterlambatan proyek yang ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026 itu memicu keluhan warga terkait kondisi akses jalan dan dugaan kelalaian penerapan keselamatan kerja.

Berdasarkan pantauan di lokasi, akses menuju jembatan masih berupa tanah berlumpur, tidak rata, dan licin setelah diguyur hujan. Kondisi tersebut menyebabkan sebuah mobil pick up terperosok ke area proyek dan sempat menghambat arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Selain itu, antrean kendaraan roda dua juga terjadi karena jalur yang dapat dilalui menyempit sehingga pengendara harus bergantian melintas.

Baca Juga:  Situs Media Siber Sinarlampung.co Diretas, Diduga Dipenuhi Link Judi Online

Warga menilai fasilitas keselamatan di lokasi proyek sangat minim. Salah seorang warga menyebut rambu peringatan yang melarang kendaraan roda empat melintas sudah tidak terlihat lagi di area proyek.

“Rambu peringatan yang melarang roda empat melintas sudah hilang. Karena tidak ada petugas yang menjaga atau mengarahkan jalan, banyak sopir mobil yang nekat menerobos. Akibatnya jalan makin hancur, dan puncaknya ada mobil yang kejeblos hari ini,” ujar seorang warga, Sabtu, 23 Mei 2026.

Warga juga menuding pihak kontraktor kurang memperhatikan manajemen risiko serta penerapan Standar Operasional Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SOP K3). Hilangnya rambu peringatan dan tidak adanya petugas di lapangan dinilai memperbesar potensi kecelakaan di jalur penghubung utama antar desa tersebut.

Baca Juga:  Dini Hari di Bakauheni, Bupati Egi Sambut Pemudik Motor: “Kalau Capek, Istirahat Dulu”

“Jembatan Pendem ini urat nadi perekonomian dan mobilitas warga. Keterlambatan dan kondisi jalan yang tidak aman sangat merugikan anak sekolah, pekerja, dan aktivitas ekonomi,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan terkait penyebab keterlambatan pekerjaan, langkah mitigasi risiko, maupun penerapan SOP K3 di lokasi proyek.

Jembatan Pendem merupakan salah satu infrastruktur vital di Kecamatan Jati Agung. Jika tidak segera ditangani secara maksimal, kondisi tersebut dikhawatirkan terus mengganggu mobilitas masyarakat dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.