Potensinews.id – RumaQuran resmi meresmikan lokasi ketujuhnya, yakni RumaQuran Washilaturrahmah Hidayatullah di Tanjung Senang, Bandar Lampung, Sabtu, 25 Juli 2026. Acara yang mengusung tema “Terkoneksi dan Bersinergi, Berkolaborasi Meluaskan Kontribusi” ini dihadiri oleh berbagai mitra kebaikan, donatur, tokoh masyarakat, serta pemerhati pendidikan Al-Qur’an.
Lokasi ketujuh ini memiliki nilai sejarah tersendiri. Bangunan tersebut sebelumnya merupakan “Rumah Lebah”, yakni rumah produksi Bee Me Indonesia sebelum pusat produksinya dipindahkan ke Jakarta. Kini, bangunan itu diwakafkan oleh Founder Bee Me Indonesia, Sheyla Taradia Habib, untuk menjadi tempat pembinaan santriwati penghafal Al-Qur’an.
Para santriwati ini juga dipersiapkan sebagai calon guru Al-Qur’an sembari menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Bandar Lampung. Dalam mewujudkan fasilitas yang memadai, kegiatan ini didukung oleh Sambel Alu serta Granny’s Nest yang turut andil menyediakan konsumsi hingga pengadaan sarana prasarana penunjang, seperti ranjang, kasur, mesin cuci, dan kipas angin.
Dalam sambutannya, Sheyla menyampaikan bahwa lokasi di Tanjung Senang ini merupakan aset wakaf kedua yang diberikan untuk RumaQuran.
“RumaQuran di Tanjung Senang ini menjadi lokasi wakaf kedua dari kami, setelah lokasi pertama di Kedaton yang merupakan rumah keluarga yang kami beli dan diwakafkan juga untuk RumaQuran. Bee Me Indonesia cukup concern pada isu dan kemajuan ibu serta anak. Ketika ada peluang untuk meluaskan kebaikan, kami ingin turut andil,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan RumaQuran, Hoirun Nisak, S.Kep., menjelaskan bahwa lahirnya RumaQuran berawal dari keprihatinannya sebagai seorang tenaga kesehatan terhadap meningkatnya berbagai persoalan sosial. Permasalahan seperti penyakit menular seksual, pergaulan bebas, dan degradasi moral dinilai dipicu oleh makin jauhnya masyarakat dari nilai-nilai Al-Qur’an.
“RumaQuran diisi oleh santriwati, baik siswi maupun mahasiswi. Kami berharap dari tempat ini lahir bunda-bunda peradaban yang kelak menjadi madrasah pertama dalam membina generasi selanjutnya,” jelas Hoirun.
Dukungan juga datang dari Ketua Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PTPN VII yang kehadirannya diwakili oleh Fitri dan Diyah. “Semoga RumaQuran dapat terus berkembang dan menebar kebermanfaatan. Kami juga berharap makin banyak muslimpreneur yang turut mengambil bagian dalam perjuangan menghadirkan RumaQuran-RumaQuran lainnya,” harap mereka.
Peresmian lokasi ketujuh ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pengguntingan pita, penyerahan piagam penghargaan, dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Melalui hadirnya RumaQuran Washilaturrahmah Hidayatullah, diharapkan makin banyak kolaborasi yang terjalin untuk mencetak penghafal Al-Qur’an, melahirkan calon guru, serta memperluas kebermanfaatan bagi umat.












