Potensinews.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mematangkan rencana pembangunan kompleks perkantoran terpadu berwawasan hijau guna menghadirkan pusat pemerintahan yang modern, terintegrasi, serta efisien.
Rencana tata ruang masa depan dipaparkan dalam agenda Ekspose Laporan Antara Penyusunan Dokumen Kajian di Lamban Juang Rawas, Kamis, 3 September 2026.
Pemaparan awal dipimpin Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Kabupaten Pesisir Barat, Sri Agustini, S.K.M., M.Kes. Pertemuan menghadirkan tim tenaga ahli konsultan perencana bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah serta para pemangku kepentingan.
Sri Agustini menegaskan, agenda penataan pusat administrasi pemerintahan tidak boleh dipandang sebatas pengadaan fisik bangunan. Perencanaan kawasan perkantoran wajib memiliki daya jangkau panjang agar mampu menjawab tuntutan zaman serta dinamika pelayanan masyarakat.
“Pembangunan sarana pemerintahan saat sekarang bukan lagi sebatas mendirikan gedung tempat bekerja. Wajah perkantoran daerah harus mencerminkan visi masa depan, yakni efisiensi birokrasi, keterpaduan fungsi antar lembaga, serta tanggung jawab besar menjaga kelestarian alam,” ujar Sri Agustini.
Pemusatan kantor dinas ke dalam satu hamparan kawasan terpadu diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas kerja aparatur sipil negara. Di sisi lain, warga yang mengurus berbagai perizinan serta layanan publik mendapatkan kepastian kenyamanan dan kemudahan akses tanpa harus berpindah-pindah lokasi.
Tahapan laporan antara merangkum hasil pemetaan lapangan, telaah spasial, serta alternatif simulasi zonasi tata letak gedung yang disiapkan pihak perencana. Namun, rumusan desain masih bersifat dinamis sehingga membutuhkan koreksi menyeluruh sebelum ditetapkan menjadi acuan baku.
“Hasil paparan belum final karena masih memerlukan penajaman serta masukan nyata, baik menyangkut regulasi, standar teknis, maupun pelaksanaan di lapangan. Kehadiran seluruh perwakilan dinas sangat menentukan ketepatan arah pembangunan daerah,” lanjutnya.
Sri Agustini meminta aparatur terkait mencermati kesinambungan antara fungsi pelayanan, kelayakan tata ruang, serta indikator ramah lingkungan agar rancangan bangunan tidak menguras energi dan anggaran operasional pada masa depan.
Pihaknya turut mengapresiasi progres kerja tim tenaga ahli konsultan dan meminta setiap catatan diskusi segera diakomodasi untuk menyempurnakan dokumen lanjutan.
“Semoga langkah bersama melahirkan pondasi pembangunan yang kokoh serta memberi manfaat nyata bagi generasi mendatang,” tutup Sri Agustini.












