Tanggamus

Polsek Wonosobo Ungkap Identitas Mayat di Pantai Kota Agung Timur, Ternyata Petani BNS yang Hilang Saat Memancing

×

Polsek Wonosobo Ungkap Identitas Mayat di Pantai Kota Agung Timur, Ternyata Petani BNS yang Hilang Saat Memancing

Sebarkan artikel ini
Polsek Wonosobo Ungkap Identitas Mayat di Pantai Kota Agung Timur, Ternyata Petani BNS yang Hilang Saat Memancing
Misteri penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di pesisir Pantai Muara Hati, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, akhirnya terungkap. | Ist

Potensinews.id – Misteri penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di pesisir Pantai Muara Hati, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Sugiyo (60), seorang petani asal Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing.

Jasad korban ditemukan sejauh 34 kilometer dari titik awal diduga terseret arus banjir. Lokasi penemuan berada pada koordinat 05°302’58.86″S 104°43’41.75″E.

Kapolsek Wonosobo Polres Tanggamus, Iptu Tjasudin, S.H., menjelaskan bahwa identifikasi korban dilakukan berdasarkan ciri fisik serta pakaian yang masih melekat, yakni kaos berwarna biru tua dan sarung golok milik korban.

“Berdasarkan pakaian dan sarung golok yang berada di pinggangnya, mayat teridentifikasi oleh keluarga bernama Sugiyo, warga Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong,” kata Iptu Tjasudin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.

Baca Juga:  Polres Tanggamus Jamin Keamanan Perayaan Waisak di Vihara Dharma Agung

Ia menambahkan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi, yang dibuktikan dengan surat pernyataan resmi.

“Mayat selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di TPU Pekon Simpang Bayur,” ujarnya.

Diketahui, korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Senin, 13 April 2026, sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban berpamitan kepada anaknya, Agung Widiyanto (26), untuk pergi memancing.

Meski sempat dilarang karena cuaca mendung, korban tetap berangkat. Hingga keesokan harinya, korban tidak kunjung pulang. Saat itu, debit air Sungai Way Semuong diketahui sedang meningkat dan meluap.

Khawatir terjadi sesuatu, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonosobo pada Selasa, 14 April 2026.

Baca Juga:  Klarifikasi Anggaran MBG di Kota Agung Timur Masih Buram Usai Pengecekan Satgas SPPG

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Wonosobo bersama personel kepolisian, Tim Basarnas, Brimobda Lampung, serta warga setempat melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Way Semuong.

Setelah dua hari pencarian, pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 08.07 WIB, tiga warga yang sedang memancing di pesisir Pantai Muara Hati menemukan sesosok mayat terapung.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Batin Mangunang Kota Agung untuk dilakukan pemeriksaan visum hingga akhirnya teridentifikasi sebagai Sugiyo.