Tulang Bawang Barat

Kinerja Sektor Pangan Meroket, Produksi Padi Tubaba Semester I 2026 Naik 22 Persen

×

Kinerja Sektor Pangan Meroket, Produksi Padi Tubaba Semester I 2026 Naik 22 Persen

Sebarkan artikel ini
Kinerja Sektor Pangan Meroket, Produksi Padi Tubaba Semester I 2026 Naik 22 Persen
Kepala Dinas TPHP Tubaba, Sarwo Haddy Sumarsono.

Potensinews.id – Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mencatatkan raihan gemilang di sektor pertanian pada Semester I Tahun 2026.

Pemerintah daerah setempat melaporkan realisasi luas panen dan volume produksi padi berhasil melampaui target awal yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data resmi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Tubaba hingga akhir Juni 2026, total luas lahan yang telah dipanen mencapai 6.993 hektare. Angka ini sukses melewati sasaran awal pemerintah seluas 6.937 hektare.

Dari total luasan lahan pertanian tersebut, akumulasi produksi padi di Tubaba menembus angka 31.258 ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Capaian produksi gabah di semester pertama ini menjadi bukti nyata bahwa kinerja sektor pertanian Tubaba berjalan optimal, bahkan mampu melampaui target strategis daerah,” ujar Kepala Dinas TPHP Tubaba, Sarwo Haddy Sumarsono, Senin, 13 Juli 2026.

Baca Juga:  KPU Tubaba Tetapkan Novriwan Jaya-Nadirsyah Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, luasan panen di Tubaba mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 1.254 hektare atau melonjak hampir 22 persen.

Kecamatan Tumijajar tercatat masih mendominasi sebagai lumbung padi terbesar di Tubaba dengan kontribusi luas panen mencapai 3.613 hektare. Posisi selanjutnya disusul oleh Kecamatan Tulang Bawang Udik seluas 1.293 hektare dan Kecamatan Batu Putih seluas 337 hektare.

Sarwo memastikan, lonjakan produksi ini dibarengi dengan rantai pemasaran yang sehat di tingkat hilir. Mayoritas hasil panen terserap dengan baik melalui Perum Bulog serta mitra penggilingan padi, sedangkan sisanya menjadi stok cadangan pangan mandiri bagi keluarga petani.

Keberhasilan swasembada ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor kunci. Mulai dari lancarnya pasokan air irigasi teknis, pemanfaatan benih unggul, stabilitas distribusi pupuk, hingga masifnya pendampingan penyuluh. Faktor lain yang ikut mendongkrak hasil adalah perluasan budidaya padi gogo di wilayah utara Tubaba.

Baca Juga:  Warna-warni Budaya Tubaba Memukau di TAF ke-8

Guna menjaga tren positif ini, Dinas TPHP Tubaba berkomitmen mempercepat indeks pertanaman lewat percepatan masa tanam berikutnya, penerapan teknologi tanam benih langsung, serta penguatan pengawasan pasca-panen demi menjaga kesejahteraan petani.