Way Kanan

Adopsi Strategi 4K, Disperindag, Bulog, dan BI Sinergi Amankan Pasokan Pangan Lampung 2026

×

Adopsi Strategi 4K, Disperindag, Bulog, dan BI Sinergi Amankan Pasokan Pangan Lampung 2026

Sebarkan artikel ini
Adopsi Strategi 4K, Disperindag, Bulog, dan BI Sinergi Amankan Pasokan Pangan Lampung 2026
BI, Bulog, dan Disperindag Bahas Pengendalian Inflasi Lampung

Potensinews.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung mengoordinasikan audiensi lintas sektor bersama Disperindag Kabupaten/Kota, Perum Bulog Wilayah Lampung, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung.

Pertemuan ini merumuskan langkah taktis pengendalian inflasi daerah pada sisa semester tahun anggaran 2026.

Kolaborasi ini difokuskan pada mitigasi risiko lonjakan harga pangan yang dipicu oleh dinamika rantai pasok, hambatan distribusi, faktor anomali cuaca, serta proyeksi kenaikan permintaan musiman (seasonal demand) masyarakat.

Guna menekan volatilitas harga, Bank Indonesia Perwakilan Lampung menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kabupaten/kota.

Dukungan konkret BI Lampung diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan subsidi biaya transportasi pendistribusian komoditas strategis, serta pembiayaan sewa sarana dan prasarana penunjang di lokasi pasar murah.

Baca Juga:  Kejuaraan Daniel Putra 354 Grastrack MX 2025, 129 Pembalap Ramaikan Way Kanan

Di sisi lain, Perum Bulog Wilayah Lampung juga menjadwalkan perluasan penetrasi pasar untuk menyalurkan komoditas beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), gula, serta Minyakita. Jaringan kemitraan yang semula terpusat di titik SP2KP akan dilebarkan secara masif menyasar toko-toko retail di pasar rakyat setempat.

Namun, guna mengimbangi perluasan jaringan pasar tersebut, Bulog Lampung mendesak pihak produsen untuk menambah kuota suplai pasokan Minyakita ke gudang Bulog.

Penambahan kuota bahan baku dari produsen ini dinilai krusial. Bulog mengkhawatirkan jika sebaran toko mitra bertambah tanpa dibarengi stabilitas pasokan hulu, maka kelancaran distribusi minyak goreng bersubsidi ke pedagang pasar tradisional berisiko terhambat.

Secara makro, penanganan inflasi di Lampung mengadopsi kerangka Strategi 4K, yang meliputi:

Baca Juga:  KONI Way Kanan Hadiri Rakor Penetapan Cabor Porprov Lampung X 2026

*Keterjangkauan Harga: Memastikan daya beli masyarakat prasejahtera tetap terjaga.

*Ketersediaan Pasokan: Menjaga volume stok bahan pokok di gudang pangan tetap aman.

*Kelancaran Distribusi: Memotong rantai pasok yang tidak efisien dan mengurai hambatan logistik.

*Komunikasi Efektif: Memperkuat koordinasi data lintas sektoral dan ekspektasi inflasi masyarakat.

Hingga periode Juni 2026, kurva laju inflasi di Provinsi Lampung dilaporkan masih menunjukkan tren positif dan berada pada kondisi yang relatif aman serta terkendali. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas perekonomian daerah yang berkelanjutan hingga akhir tahun buku 2026.