Potensinews.id – Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gedung Pesantren Modern Mesir Sakti, Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Sabtu, 5 September 2026.
Agenda edukasi diikuti sekitar 250 warga guna membentengi kawasan rawan kebakaran sejak fase awal.
Langkah antisipasi dipandang mendesak mengingat amukan kobaran api tidak semata menghanguskan areal perkebunan, melainkan merusak tatanan lingkungan, mencemari kualitas udara, serta mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
Dalam forum pembekalan, Laksamana TNI Bayu Trikuncoro menekankan pentingnya membangun kewaspadaan bersama sebelum kobaran api terlanjur meluas. Warga diajak meninggalkan kebiasaan memanfaatkan api secara serampangan saat membersihkan maupun membuka areal perkebunan.
Menurut Bayu, ketika lidah api telah menjalar tak terkendali, langkah penanganan di lapangan bakal menguras energi luar biasa dan menyulitkan banyak pihak.
Kehadiran perwira tinggi Mabes TNI di kawasan tapak mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Aliudin Basir menyampaikan pandangan positif seraya menegaskan bahwa tanggung jawab perlindungan hutan tidak bisa dibebankan secara tunggal kepada aparat keamanan maupun jajaran birokrasi.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah karhutla. Berbekal pengetahuan yang baik, warga dapat bersikap jauh lebih bijak saat beraktivitas serta aktif menjaga kelestarian lingkungan sekitar,” tutur Aliudin Basir.
Posisi warga yang bermukim langsung berdampingan dengan bentang alam rawan menjadikan peran komunitas lokal sangat menentukan dalam sistem peringatan dini pemadaman api.
Pertemuan di Bahuga sekaligus mempererat sinergi antara kesatuan TNI, aparatur dinas, dan masyarakat akar rumput. Semangat kebersamaan dirancang terus berlanjut di lapangan agar api tak lagi diberi ruang merusak bumi Way Kanan.












