Potensinews.id – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Assahil kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak pendidik yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa pengabdian melalui kegiatan Pembekalan dan Penguatan Guru serta Calon Guru Pengabdian yang digelar di Masjid Assahil Campus II, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan dari Pimpinan PPTQ Assahil, Muhammad Latif Mukti, Lc., M.A. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian dan keteladanan sebagai ruh utama seorang pendidik di tengah berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.
“Guru adalah pewaris para nabi. Menjaga ruh keguruan berarti menjaga amanah dakwah itu sendiri,” ujar Muhammad Latif Mukti.
Mengusung tema reflektif “Masihkah Teladan Itu Hidup?”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Iskandar Syukur, M.A., alumnus Program Pascasarjana McGill University, sebagai narasumber utama. Kehadiran akademisi tersebut memberikan perspektif yang memadukan wawasan global dengan nilai-nilai keislaman dalam menjawab tantangan dunia pendidikan masa kini.
Pembekalan difokuskan pada upaya menghidupkan kembali ruuh mudarris atau ruh keguruan yang menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan. Salah satu materi penting yang disampaikan adalah tentang keikhlasan sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Menurut Dr. Iskandar, keikhlasan menjadi kunci agar ilmu yang diajarkan mampu menyentuh hati para santri dan menjadikan setiap bentuk pengabdian bernilai ibadah.
“Tanpa keikhlasan, ilmu yang disampaikan tidak akan sampai ke hati santri, dan lelahnya pengabdian akan terasa sia-sia,” ungkapnya.
Pesan tersebut sejalan dengan pertanyaan reflektif yang diangkat panitia dalam desain visual kegiatan, yakni “Jika seorang guru tak lagi menjaga pribadi dan akhlaknya, maka siapa yang sedang dicontoh?” Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa seorang guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan utama bagi para peserta didik.
Dalam pemaparannya, Dr. Iskandar juga menyoroti berbagai tantangan yang berpotensi membuat seorang guru kehilangan jati dirinya. Karena itu, kegiatan pembekalan ini diharapkan menjadi ruang muhasabah sekaligus sarana penguatan bagi para guru dan calon guru pengabdian agar tetap istiqamah menjaga integritas, akhlak, serta semangat pengabdian.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan calon guru pengabdian di lingkungan Ma’had Assahil. Melalui pembekalan tersebut, para peserta diharapkan dapat kembali menjalankan tugas pendidikan dengan energi baru serta kesadaran bahwa setiap perkataan, sikap, dan tindakan mereka merupakan bagian dari proses pembelajaran bagi para santri.












