Potensinews.id – Pabrik Gula (PG) Wonolangan resmi menandai dimulainya musim giling tahun 2026 dengan menggelar acara selamatan di lingkungan pabrik, Rabu, 29 April 2026.
Mengusung jargon “Giling Lancar, Hasil Barokah, Laba Maksimal”, perusahaan optimis mencapai target produksi yang lebih tinggi tahun ini.
Rangkaian acara dibuka dengan khidmat melalui lantunan tartil Al-Qur’an sebagai simbol permohonan kelancaran operasional. Selamatan ini menjadi tradisi tahunan yang mempertemukan aspek ikhtiar kerja dengan kekuatan doa sebelum roda mesin giling mulai beroperasi penuh.
General Manager PG Wonolangan, Jarot Budi Wardoyo, menegaskan bahwa musim giling tahun ini harus membawa lompatan besar bagi perusahaan. Ia berharap proses produksi tidak hanya sekadar mengejar angka, tetapi juga memberikan manfaat bagi seluruh elemen yang terlibat.
“Semoga tahun ini bukan hanya soal produksi, tapi tentang keberkahan yang ikut tumbuh bersama setiap tetes hasilnya. Kami menargetkan capaian yang jauh lebih maksimal dibanding tahun sebelumnya,” ujar Jarot.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, manajemen PG Wonolangan memberikan santunan kepada 40 anak yatim piatu di sela-sela acara. Momen haru ini menegaskan komitmen perusahaan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan selaras dengan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimca Kecamatan Dringu, mulai dari Kapolsek, Danramil, hingga perwakilan kecamatan. Hadir pula perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo serta mitra strategis dari sektor perbankan, yakni Bank Jatim dan Bank Mandiri.
Kehadiran para pemangku kepentingan dan seluruh karyawan yang membaur tanpa sekat menunjukkan soliditas dukungan terhadap PG Wonolangan. Sinergi ini dianggap krusial untuk memastikan rantai pasok dan operasional giling berjalan tanpa hambatan teknis maupun sosial.
Dengan doa yang telah dipanjatkan dan persiapan infrastruktur yang matang, PG Wonolangan kini menatap musim giling 2026 dengan optimisme tinggi. Jalan menuju swasembada gula di tingkat regional pun diharapkan semakin terbuka lebar melalui putaran mesin giling tahun ini.












