Potensinews.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Perum Bulog menggelar rapat koordinasi dan evaluasi penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 di Aula Serbaguna Kantor Bupati Kepulauan Sangihe, Rabu, 17 Juni 2026.
Rapat evaluasi dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Gregorius D. Londo. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Marthin Pudihang beserta jajaran, Pimpinan Cabang Perum Bulog Tahuna Arsul Tallamma bersama staf, para camat, Koordinator Kecamatan Bantuan Pangan (Korcam), serta perwakilan transporter penyalur bantuan pangan.
Rapat koordinasi dan evaluasi ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan program bantuan pangan, memetakan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta mencari solusi guna mempercepat penyaluran bantuan dari desa kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP). Selain itu, forum tersebut juga membahas penyelesaian administrasi pelaksanaan program agar berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Dalam arahannya, Asisten II Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Gregorius D. Londo, menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan harus dilakukan secara tepat waktu, tepat sasaran, dan merata kepada masyarakat yang berhak menerima.
Ia juga mengingatkan agar seluruh proses penyaluran disiapkan dengan baik, terutama terkait validitas data penerima bantuan di lapangan.
“Data penerima harus benar-benar diperhatikan sehingga masyarakat yang menerima bantuan memang merupakan pihak yang berhak mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Gregorius juga menyoroti sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam proses distribusi, khususnya di wilayah desa yang memiliki akses jalan terbatas dan kondisi geografis yang cukup menantang.
“Ke depan, pihak penyalur diharapkan dapat memahami kondisi geografis dan berbagai kendala lapangan sehingga proses distribusi dapat berjalan lebih efektif,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Tahuna, Arsul Tallamma, menyampaikan bahwa realisasi distribusi bantuan pangan dari gudang Bulog ke desa telah mencapai 100 persen.
Sedangkan untuk realisasi penyaluran dari desa kepada penerima bantuan, hingga saat ini telah mencapai 76,11 persen dari total pagu bantuan berupa beras sebanyak 417.640 kilogram dan minyak goreng sebanyak 83.528 liter yang dialokasikan pada Februari dan Maret 2026 untuk 15 kecamatan dan 167 desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Menurut Arsul, program bantuan pangan tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat, membantu pengendalian inflasi, serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Penyaluran bantuan pangan harus tepat distribusi dan tepat sasaran sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat penerima manfaat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Bulog memastikan seluruh beras yang didistribusikan dari gudang berada dalam kondisi baik dan layak konsumsi.
Arsul juga mengimbau para transporter atau penyalur agar menjaga kualitas beras selama proses distribusi hingga sampai ke tangan penerima manfaat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pencapaian target akurasi data, realisasi penyaluran, pemenuhan standar kualitas dan kuantitas bantuan, serta penguatan sinergi lintas sektor yang transparan dan akuntabel.
“Sinergi dengan dinas terkait serta dukungan TNI dan Polri sangat penting dalam melakukan pemantauan guna mencegah berbagai kendala di lapangan. Kami juga berkomitmen menjamin ketersediaan stok beras di gudang Bulog selama proses penyaluran berlangsung,” jelasnya.
Melalui kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah daerah, Bulog, aparat keamanan, dan seluruh pihak terkait, diharapkan program bantuan pangan dapat berjalan optimal serta mampu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat di Kabupaten Kepulauan Sangihe.












