Potensinews.id – Forum Pondok Pesantren Kabupaten Banyuasin menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 dengan agenda utama evaluasi kepengurusan serta pemilihan ketua baru untuk masa bakti empat tahun ke depan. Kegiatan tersebut berlangsung di Rid’s Hotel, Sabtu, 9 Mei 2026.
Musda ini menjadi momentum penting dalam penguatan ekosistem pendidikan Islam dan sinergi antarpondok pesantren di Kabupaten Banyuasin.
Ketua DPD Forpess Banyuasin, Mustofa Kamal, menegaskan bahwa proses pemilihan ketua di lingkungan Forpess menjunjung tinggi nilai-nilai kepesantrenan yang jauh dari intrik politik praktis.
“Di Forpess ini tidak seperti organisasi politik. Calon muncul seketika karena masing-masing kiai berhak mencalonkan. Siapapun yang terpilih, dialah yang akan menakhodai forum ini untuk membawa pesantren di Banyuasin lebih maju,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam sesi evaluasi, Mustofa Kamal memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi selama empat tahun terakhir, terutama terkait keterbatasan anggaran organisasi dan kendala geografis.
Menurutnya, sebagai organisasi yang bergerak secara mandiri, koordinasi terhadap puluhan pondok pesantren yang tersebar di 21 kecamatan selama ini banyak mengandalkan teknologi komunikasi.
“Kendala utama adalah pendanaan, karena forum ini bergerak secara mandiri sebagai wadah informasi dan koordinasi. Selain itu, saat ini pesantren di Banyuasin tengah fokus pada tahap pengembangan internal. Namun, ke depan kita harus lebih bersinergi dengan lembaga pendidikan lainnya,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sosok pemimpin yang memahami dunia pesantren, memiliki jiwa kewirausahaan, serta jaringan yang luas untuk membuka peluang kerja sama strategis.
Menurutnya, Forpess ke depan perlu menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan dana CSR perusahaan dan kolaborasi bersama perbankan syariah.
“Meskipun organisasi ini tidak memiliki anggaran tetap, ketuanya nanti harus punya visi menjalin mitra. Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren, pemerintah memang berkewajiban membantu santri, namun forum harus kreatif dalam membuka peluang kerja sama luar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda, Merry, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme pimpinan pondok pesantren yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Dari 52 pondok pesantren yang diundang, sekitar 37 hingga 38 perwakilan pesantren tercatat hadir mengikuti forum tertinggi tingkat kabupaten tersebut.
“Alhamdulillah, Musda periode ke-6 ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kami berharap pemimpin yang terpilih nanti mampu mengayomi dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh santri di Banyuasin,” tuturnya.
Melalui Musda ke-6 ini, Forpess Banyuasin diharapkan mampu bertransformasi menjadi organisasi yang lebih inovatif, mampu menjawab tantangan zaman, serta tetap menjadi benteng moral bagi masyarakat di Bumi Sedulang Setudung.












