Sumatera Selatan

Prof. Dr. Taufiq Marwa Dorong Unsri Lebih Berdampak dan Adaptif terhadap Kebutuhan Industri

×

Prof. Dr. Taufiq Marwa Dorong Unsri Lebih Berdampak dan Adaptif terhadap Kebutuhan Industri

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. Taufiq Marwa Dorong Unsri Lebih Berdampak dan Adaptif terhadap Kebutuhan Industri
Konferensi Pers Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru Universitas Sriwijaya Jalur UTBK-SNBT Tahun 2026. | Ist

Potensinews.id – Universitas Sriwijaya (Unsri) berkomitmen penuh mengoptimalkan potensi otonomi akademik setelah resmi menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penguatan kurikulum yang dinamis serta kesiapan menyukseskan berbagai program strategis pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga program kemaslahatan publik lainnya.

Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Taufiq Marwa, menyampaikan bahwa muatan kurikulum di perguruan tinggi harus bergerak dinamis guna merespons cepat kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Sejalan dengan visi kementerian, institusi pendidikan tinggi dituntut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Kami diarahkan agar perguruan tinggi itu berdampak. Unsri terus berusaha agar para alumni yang dihasilkan benar-benar relevan dengan dinamika serta kebutuhan dunia kerja saat ini. Oleh karena itu, peninjauan kurikulum secara garis besar kami lakukan berkala setiap empat tahun, namun penyesuaian secara mendalam dapat disegerakan setiap semester,” ujar Prof. Taufiq Marwa di Palembang.

Baca Juga:  HUT ke-1342 Palembang: Ketua Baznas Tekankan Gotong Royong dan Inovasi

Terkait program strategis pemerintah seperti ketahanan pangan dan energi, Unsri menegaskan tidak harus selalu mengambil langkah konvensional dengan membuka program studi baru. Kampus memilih jalur inovatif dan efisien dengan mengoptimalkan kapasitas keilmuan program studi yang sudah ada.

Fakultas Pertanian akan dioptimalkan secara penuh untuk menyokong pilar ketahanan pangan nasional, sementara Fakultas Teknik dikerahkan melahirkan inovasi di bidang ketahanan energi. Kendati demikian, pihak rektorat tidak menutup kemungkinan melakukan ekspansi akademik apabila urgensinya dinilai tinggi.

“Kita bisa mengoptimalkan prodi-prodi yang sudah ada. Tapi kalau memang ke depan dirasakan sangat diperlukan, mengapa tidak? Kita kini mempunyai otonomi akademik yang luas setelah berstatus PTNBH,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dokter Hewan Alfin Suhanda Siap Pimpin PDHI Sumatera Selatan

Menyinggung peluang keterlibatan kampus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah, Unsri menyatakan keterbukaan dan kesiapan dari aspek pemikiran maupun keahlian sektoral. Unsri saat ini telah memiliki modalitas akademik yang kuat, salah satunya melalui program studi Gizi serta rumpun keilmuan kesehatan dan lingkungan yang kompeten untuk memberikan kontribusi terhadap program tersebut.

Di sisi lain, pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, Universitas Sriwijaya resmi menerima sebanyak 3.899 calon mahasiswa atau sekitar 14 persen dari total keseluruhan pendaftar. Dari jumlah tersebut, tercatat lebih dari 30 persen mahasiswa baru mengajukan diri sebagai pendaftar program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Prof. Taufiq Marwa menegaskan pihak universitas akan melakukan proses verifikasi dan peninjauan lapangan secara ketat dan transparan guna memastikan bantuan pendidikan dari pemerintah tersebut tepat sasaran. Hal ini merespons regulasi kementerian yang menyatakan tidak seluruh pendaftar otomatis memenuhi kriteria kelayakan.

Baca Juga:  Nabila Askolani Dilantik Jadi Ketua TP-PKK Banyuasin, Ketua TP-PKK Termuda Se-Indonesia

“Kita akan verifikasi kembali secara detail siapa-siapa saja yang memang berhak dan layak menerima KIP Kuliah. Ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kita agar hak masyarakat kurang mampu tetap terlindungi,” pungkasnya.