Potensinews.id – Suasana penuh warna menyelimuti SMP Negeri 19 Palembang pada peringatan Hari Kartini, Selasa, 21 April 2026.
Ratusan siswa tampak antusias mengenakan busana adat, namun di balik kemeriahan tersebut, terdapat pesan mendalam mengenai penguatan karakter dan etika bagi generasi muda.
Kepala SMPN 19 Palembang, Devi, S.Pd., M.Pd., membawa perspektif segar dalam memaknai sosok R.A. Kartini bagi generasi Z dan Alpha. Mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang, Perempuan Indonesia Berdaya”, Devi menekankan bahwa keberdayaan perempuan harus berjalan beriringan dengan sumbangsih nyata bagi lingkungan.
“Perempuan berdaya artinya mampu bersaing dan memberikan kontribusi. Namun, sehebat apa pun peran kita di luar, tidak boleh melupakan kodrat. Di sekolah, seluruh siswa adalah anak-anak kami yang harus dijaga masa depannya,” ujar Devi.
Devi mengajak para siswa untuk tidak sekadar mengenal nama Kartini sebagai simbol sejarah, melainkan mendalami pemikirannya melalui surat-surat legendaris yang dikirimkan sang Ibu Bangsa kepada sahabatnya di Belanda.
Melalui literasi tersebut, diharapkan siswa memahami bahwa cita-cita Kartini adalah membawa perempuan keluar dari keterbatasan tanpa meninggalkan kehormatan. Devi juga memberikan pesan khusus bagi siswa laki-laki agar momentum ini menjadi sarana belajar menghormati kaum perempuan.
“Anak perempuan harus memaknai emansipasi secara positif, bukan berarti semena-mena kepada laki-laki. Sebaliknya, bagi anak laki-laki, ini saatnya belajar menghargai perempuan baik itu ibu, rekan, maupun keluarga mereka kelak,” tambahnya.
Untuk memupuk rasa nasionalisme dan keberanian, SMPN 19 Palembang menggelar rangkaian kegiatan kreatif, di antaranya:
*Pemilihan Kartini & Kartono: Ajang unjuk bakat dan penguatan karakter siswa.
*Lomba Baca Puisi: Menghayati bait-bait perjuangan perempuan Indonesia.
*Lomba Pidato: Melatih keberanian menyampaikan gagasan tentang kesetaraan dan kebangsaan.
Meski berlangsung singkat, Devi berharap nilai-nilai luhur kemanusiaan yang diajarkan R.A. Kartini dapat membekas lama di sanubari para siswa.
Ia menginginkan lulusan SMPN 19 Palembang tumbuh menjadi pribadi yang inovatif, berdaya saing global, namun tetap berpijak pada etika dan nilai luhur bangsa.












