Membangun Kenangan di 1.400 Km Tanah Lado-Ranah Minang

  • Bagikan

Foto bersama peserta Family Gathering MAN 1 Bandar Lampung. Dok


Sumatera Barat (Potensinews.id) — Puji syukur tiada henti, Allah swt telah berkehendak dan mengabulkan doa kita. Impian puluhan tahun untuk menginjakkan kaki di ranah Minang dalam kebersamaan keluarga besar MAN 1 Bandar Lampung akhirnya terwujud. Bila merunut ke masa lalu, betapa mimpi itu terasa sangat sulit untuk diwujudkan. Berbagai upaya kawan-kawan urang awak selalu kandas. Beruntung ketika ide lama didengungkan kembali sudah banyak kawan yang tiba di titik jenuh terus-menerus menuju destinasi di kawasan yang itu-itu saja. Beruntung sudah banyak kawan yang memahami betapa Indonesia itu luas dan Allah swt sudah mengindahkan semua, bukan hanya di pulau-pulau tertentu.

Baca Juga:  MAN 1 Bandar Lampung Menerapkan Strategi Khusus Dalam Penerimaan Siswa Baru

 

Sumatera Barat itu ternyata benar-benar indah dan unik sehingga dalam dunia pariwisata disebut sebagai region yang the exotic social and culture. Falsafah orang Minangkabau itu selain Alam Takambang Jadi Guru juga memiliki falsafah budaya  Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah yakni falsafah yang menjadikan Islam sebagai landasan utama dalam tata pola perilaku dan dalam berbagai nilai-nilai kehidupan.

Hari ini tak terasa adalah hari terakhir menjelajahi perjalanan sepanjang kurang lebih 1400 kilometer. Perjalanan panjang membangun kenangan sambil tak lupa senantiasa menyukuri karunia alam ciptaan Allah swt dan mengambil hikmah, belajar dari berbagai hal sekecil apapun yang menginspirasi untuk pribadi kita dan madrasah kita.

Baca Juga:  Puluhan Peserta SMA Se-Lampung Ikuti DEC IX UKM Bahasa IIB Darmajaya

 

Kita memang bukanlah pemilik lagu “Kampuang Den Jauh di Mato”. Namun demikian, tak juga salah jika suatu saat ada rasa rindu yang menghentak dada untuk rendezvous datang kembali ke tempat ini. Rendezvous yang dituntun panggilan kenangan indah yang mungkin lebih indah dari lembah Harau, Kelok Sembilan, Jam Gadang, gemercik air terjun Lembah Anai, dan semilir angin Danau Singkarak. Kenangan yang mungkin lebih nikmat dari dendeng batokok, dendeng lambok, dendeng kariang, telur barendo, sate padang, dan martabak mesir. Tak lain, karena memang Ranah Minang suka mangimbau siapapun untuk kembali, tak peduli Urang Awak perantau atau pelancong.

 

Semoga perjalanan kembali ke Tanah Lado kita selau dalam keadaan sehat wal afiat, lancar, selamat, dapat kembali bersama keluarga tercinta serta kembali bekerja dengan semangat baru.

Baca Juga:  MAN 1 Bandar Lampung Kampusnya Para Bintang

Amiin ya Robbal alamin.

Oleh Asyikin

Guru Man 1 Bandar Lampunh

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *