Potensinews.id – Fokus entaskan kemiskinan, Nanang Ermanto bedah 6 rumah di Jati Agung.
Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, terus konsisten dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di Bumi Khagom Mufakat.
Meskipun di hari libur disaat kebanyakan orang beristirahat, Nanang Ermanto terus berfokus membedah rumah tidak layak huni (RTLH), melalui program Swasembada Rumahku.
Seperti kemarin di Kecamatan Kalianda, Bupati Nanang salurkan 7 unit bedah rumah di sejumlah desa, dan hari ini, Minggu, 2 Juni 2024, suami dari Bunda Winarni ini menyalurkan bantuan 6 unit bedah rumah di Kecamatan Jati Agung.
Bantuan tersebut masing-masing diserahkan kepada Joko, warga Desa Karang Sari, kemudian 2 warga Desa Karang Anyar, Sucipto dan Komarudin dan 3 warga Desa Jati Mulyo, Surani, Wiarsih dan Sukarman.
Selain bantuan berupa uang pembangunan rumah, warga penerima bantuan juga mendapatkan bantuan peralatan rumah tangga seperti kasur, karpet beserta paket sembako.
Dalam kesempatan itu, Bupati Nanang Ermanto mengatakan, bantuan bedah rumah senilai Rp20 juta tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, agar mendapat hunian yang layak dan sehat.
“Hari ini kita ada 6 (bedah rumah) di Kecamatan Jati Agung. 5 rumah dari dana APBD dan 1 rumah dari dana CSR.
“Nanti saya mohon gotong royongnya pak kades bersama masyarakat dan pak camat sebagai Koordinator,” kata Nanang.
Ketua DPC PDIP Lamsel ini juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan melalui berbagai program pembangunan.
Baca Juga: Delegasi Timor Leste Belajar Ketangguhan Desa di Lampung Selatan Kabupaten Lampung Selatan kembali mendapat perhatian sebagai daerah rujukan praktik pembangunan desa dan penguatan ketahanan masyarakat. Kali ini, delegasi internasional dari Timor Leste datang untuk mempelajari langsung pengembangan ketangguhan komunitas berbasis desa di wilayah tersebut. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Program Sprint II (Strengthening Partnership for Community Resilience in Indonesia and Timor-Leste) yang berfokus pada penguatan masyarakat tangguh bencana serta pembangunan desa berkelanjutan berbasis potensi lokal. Delegasi Timor Leste dipimpin oleh Konsultan ADPC Program SPRINT Timor Leste, Pedruco Capela, dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di ruang kerja Sekda Lampung Selatan, Senin (11/5/2026). Turut hadir dalam penyambutan itu Project Manager Paluma Nusantara Lampung Selatan Nanang Priyana, Konsultan ADPC Program SPRINT Indonesia, jajaran perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Selama berada di Lampung Selatan, delegasi dijadwalkan mengunjungi sejumlah desa dampingan program, yakni Desa Maja di Kecamatan Kalianda, Desa Canti dan Desa Rajabasa di Kecamatan Rajabasa, serta Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni. Di sejumlah lokasi tersebut, delegasi akan melihat langsung praktik pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan, mulai dari penguatan ketangguhan desa, pengurangan risiko bencana, hingga pengembangan mata pencaharian masyarakat berbasis potensi lokal. Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kerja sama antarnegara sekaligus membuka ruang berbagi pengalaman. “Lampung Selatan merupakan daerah yang strategis karena memiliki jalur darat, laut, dan udara. Mudah-mudahan pengalaman yang ada di sini bisa menjadi ruang untuk saling belajar dan saling melengkapi,” ujar Supriyanto. Menurutnya, kolaborasi seperti ini dapat memperkaya pengalaman kedua negara dalam membangun masyarakat desa yang mandiri dan tangguh menghadapi berbagai tantangan. “Hal-hal baik dari Timor Leste silakan dibagikan kepada kami, begitu pula pengalaman baik dari Lampung Selatan semoga bisa menjadi pembelajaran bagi Timor Leste,” lanjutnya. Dalam kesempatan itu, Supriyanto juga memperkenalkan Lampung Selatan sebagai daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis. “Lampung Selatan memiliki masyarakat yang heterogen, namun tetap hidup rukun dan damai. Ini menjadi salah satu hal yang terus kami jaga bersama,” katanya. Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memberikan pelayanan dan sambutan terbaik kepada delegasi internasional sebagai wujud keramahan masyarakat Indonesia. “Kita harus menunjukkan hal-hal baik yang kita miliki. Indonesia dikenal dengan keramahan dan kesantunannya, dan itu harus terus kita tunjukkan kepada siapa pun,” tutupnya. Diketahui, Program SPRINT II merupakan kolaborasi internasional yang menitikberatkan pada penguatan ketangguhan masyarakat pesisir melalui pembangunan desa berkelanjutan di Indonesia dan Timor Leste, khususnya dalam pengurangan risiko bencana dan penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Dirinya berharap, bantuan tersebut tidak hanya memberikan dampak positif secara langsung bagi penerima.
Tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas diantara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Percepatan penanganan kemiskinan ekstrem, terutama kita fokus pada rumah tidak layak huni. Ini gotong royong seluruh jajaran,” ujar Nanang.
Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, warga Dusun 2C RT 25B Desa Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Surani, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan tersebut.
“Alhamdulillah saya berterimakasih kepada Allah SWT. Terima kasih untuk bapak bupati. Untuk selanjutnya saya doakan menjadi bupati lagi, semoga bapak sehat dan sukses selalu,” ucap Surani.