Sulawesi Utara

MPLS Ramah di SDN 1 Tahuna Hadirkan Lingkungan Belajar Aman, Inklusif, dan Menyenangkan

×

MPLS Ramah di SDN 1 Tahuna Hadirkan Lingkungan Belajar Aman, Inklusif, dan Menyenangkan

Sebarkan artikel ini
MPLS Ramah di SDN 1 Tahuna Hadirkan Lingkungan Belajar Aman, Inklusif, dan Menyenangkan
Kepala SDN 1 Tahuna, Lipni Sampakang, S.Pd. | Ist

Potensinews.id – SD Negeri (SDN) 1 Tahuna melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 sesuai pedoman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang menekankan kegiatan edukatif, menyenangkan, berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perpeloncoan. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026.

MPLS Ramah bertujuan menciptakan suasana belajar yang aman, mendukung perkembangan karakter peserta didik, serta memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah.

Kepala SDN 1 Tahuna, Lipni Sampakang, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa MPLS telah dimulai sejak hari sebelumnya dan kini memasuki hari kedua pelaksanaan.

“Tahun ini jumlah peserta didik baru yang diterima sebanyak 28 siswa sesuai petunjuk teknis. SDN 1 Tahuna hanya mendapatkan satu rombongan belajar (rombel). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang memperoleh dua rombel. Pada Tahun Ajaran 2025/2026 dan 2026/2027 kami hanya memperoleh satu rombel,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jumlah pendaftar sebenarnya cukup banyak, namun sebagian tidak memenuhi ketentuan jalur penerimaan berdasarkan sistem zonasi, afirmasi, dan mutasi.

Baca Juga:  Rivandi Malibu Salurkan Daging Kurban ke Sejumlah Masjid di Sangihe

Pembukaan MPLS juga dihadiri jajaran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk memantau pelaksanaan Program GEMAS (Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah).

Menurut Lipni Sampakang, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman, perlindungan, dan meningkatkan rasa percaya diri anak.

“Dengan didampingi orang tua, khususnya ayah, anak akan merasa lebih nyaman. Keterlibatan orang tua sangat penting dalam mendukung perkembangan pendidikan anak,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa konsep MPLS Ramah dirancang untuk membantu peserta didik beradaptasi dari jenjang taman kanak-kanak menuju sekolah dasar tanpa tekanan.

“Melalui MPLS Ramah, proses pengenalan sekolah dilakukan tanpa intimidasi, perundungan (bullying), perpeloncoan, ataupun tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun. Itulah mengapa disebut ramah anak,” jelasnya.

Ke depan, SDN 1 Tahuna juga berencana mengembangkan sejumlah program pendukung, di antaranya pembangunan taman baca bekerja sama dengan komite sekolah serta penyediaan tempat penitipan anak bagi orang tua yang memiliki kesibukan bekerja.

Sekolah telah menyiapkan dua ruangan yang berada di dekat taman baca agar peserta didik dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif sambil menunggu dijemput orang tua.

Baca Juga:  Polres Sangihe Sita 202 Botol Miras Ilegal Jenis Cap Tikus

Menurutnya, pembangunan tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan komite sekolah karena sesuai petunjuk teknis, sekolah tidak diperkenankan membangun gedung baru menggunakan anggaran yang ada, kecuali untuk pemeliharaan.

Selain itu, SDN 1 Tahuna juga tengah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi melalui nota kesepahaman (MoU), antara lain dengan puskesmas, kepolisian, dan Dinas Koperasi.

Kerja sama tersebut bertujuan membentuk koperasi sekolah berbadan hukum yang nantinya dikelola oleh komite sekolah. Melalui koperasi tersebut, kebutuhan siswa seperti seragam, sepatu, tas, dan alat tulis sekolah (ATK) diharapkan dapat disediakan dengan standar yang sama sehingga tidak menimbulkan perbedaan di antara peserta didik.

Lipni Sampakang juga menyampaikan bahwa SDN 1 Tahuna telah menorehkan berbagai prestasi di bidang seni dan olahraga. Sekolah pun telah bekerja sama dengan English School untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peserta didik.

Sekolah telah melaksanakan asesmen awal guna mengetahui kemampuan dasar siswa dalam berbahasa Inggris, serta menyiapkan ruang bahasa dan laboratorium yang telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Baca Juga:  Kapolsek Kendahe Hadiri Acara Adat Tulude di Desa Mohong Sawang

“Seluruh peserta didik nantinya diwajibkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat masing-masing, seperti musik, olahraga, seni budaya, maupun English School,” ungkapnya.

Penutupan MPLS dijadwalkan berlangsung pada Jumat melalui pelaksanaan upacara.

Lipni Sampakang menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.

“Kami akan terus membahas bersama para guru mengenai pendekatan terbaik kepada anak. Saya menjamin SDN 1 Tahuna memiliki standar tersendiri dalam mendidik peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter,” tegasnya.

Selama pelaksanaan MPLS, para peserta didik tampak antusias mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat dan keceriaan. Konsep MPLS Ramah diharapkan menjadi langkah penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif, berorientasi pada pembentukan karakter, serta menciptakan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi anak-anak di lingkungan sekolah.