Potensinews.id – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang sehat, efisien, akuntabel, dan mandiri. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat Asistensi Daerah terkait Proyeksi Kemampuan Keuangan Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dilaksanakan secara virtual di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Inspektur Kabupaten, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Kepala Bagian Organisasi.
Dalam pemaparannya, Ketua Tim II Inspektorat Khusus Kemendagri, Wiratmoko, memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan makro Kabupaten Tulang Bawang Barat. Berdasarkan data nasional, indikator akuntabilitas pemerintahan maupun kesejahteraan masyarakat dinilai berada pada kondisi yang sangat baik.
“Indikator makro ekonomi Tubaba tercatat sangat bagus. Angka kemiskinan, pengangguran, hingga penanganan stunting berhasil ditekan hingga berada di bawah rata-rata nasional. Ini adalah modal luar biasa dan bentuk akuntabilitas kinerja pemerintah daerah yang sangat memadai,” ujar Wiratmoko.
Selain itu, tim asistensi juga mengapresiasi kepatuhan Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam memenuhi ketentuan pengalokasian anggaran pendidikan sebesar 30,6 persen atau melampaui batas minimal yang ditetapkan, serta pemenuhan 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan sebesar 11,4 persen.
Sebagai langkah strategis ke depan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tubaba dan Kemendagri difokuskan pada penguatan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan potensi ekonomi yang terus berkembang, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan, Tubaba dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan kemandirian fiskal.
Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri, Rikie, menjelaskan bahwa program asistensi tersebut merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan agar struktur APBD Kabupaten Tubaba semakin kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, melalui analisis diagnostik terhadap kondisi keuangan daerah, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dapat menyusun langkah-langkah konkret dalam memperkuat kapasitas fiskal.
Beberapa strategi yang menjadi fokus dalam asistensi tersebut meliputi:
Optimalisasi digitalisasi dan pemutakhiran data pajak melalui penguatan Satuan Tugas (Satgas) PAD guna meningkatkan penerimaan daerah serta meminimalkan potensi kebocoran.
Pemutakhiran data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada sektor perkebunan kelapa sawit dan pertanian komersial agar selaras dengan perkembangan nilai lahan.
Optimalisasi pemanfaatan aset daerah yang produktif serta penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui skema pembiayaan kreatif (creative financing).
Penyusunan peta jalan (roadmap) penataan belanja pegawai secara bertahap guna memperluas ruang fiskal bagi pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.
Menutup kegiatan tersebut, Tim Asistensi Kemendagri yang dipimpin Karolina Sianipar menyampaikan bahwa hasil asistensi akan menjadi dasar penyusunan Rencana Aksi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah sebagai panduan penguatan pengelolaan APBD ke depan.
Sikap proaktif Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba bersama seluruh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam mengikuti asistensi tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan sekaligus memperkuat kemandirian fiskal guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tulang Bawang Barat.












