Potensinews.id – Indonesia kembali menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari teknologi mahal. Kali ini, singkong komoditas yang akrab dengan kehidupan masyarakat sedang diuji potensinya sebagai bahan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui konsep yang populer disebut ubi bombing.
Gagasan ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto mendorong uji coba produksi massal bahan pemadam berbasis singkong. Jika terbukti efektif, aman, dan ekonomis, inovasi tersebut berpotensi menjadi alternatif pelengkap water bombing yang selama ini mengandalkan air dari udara.
Namun masyarakat perlu memahami bahwa yang dimaksud bukan tepung singkong biasa yang dijual di pasar. Produk yang dikembangkan merupakan formulasi khusus hasil pengolahan dan penelitian. Tepung konsumsi justru dapat berbahaya jika digunakan sembarangan karena berpotensi memicu ledakan debu dalam kondisi tertentu.
Karena itu, inovasi ini layak didukung, tetapi harus melalui pengujian ilmiah yang ketat. Efektivitas, keamanan, dampak lingkungan, serta standar operasionalnya harus dibuktikan secara terbuka dan terukur. Dukungan terhadap karya anak bangsa tidak boleh menghilangkan sikap kritis, sebagaimana skeptisisme juga tidak boleh mematikan inovasi sejak awal.
Jika berhasil, manfaatnya tidak hanya untuk penanggulangan karhutla. Indonesia yang memiliki produksi singkong melimpah berpeluang membangun industri baru berbasis sumber daya lokal. Dari riset, manufaktur, hingga penciptaan lapangan kerja, nilai tambah ekonomi dapat tumbuh di dalam negeri.
Lebih dari itu, inovasi ini juga berpotensi membantu petani singkong yang selama ini kerap menghadapi masalah harga jual rendah saat produksi melimpah. Jika industri pemadam berbasis singkong berkembang, akan terbuka pasar baru yang dapat menyerap hasil panen dalam jumlah besar.
Tentu pemerintah harus memastikan manfaat ekonomi tersebut dirasakan petani secara adil melalui kemitraan yang sehat, kepastian serapan, dan harga yang layak. Jangan sampai nilai tambah terbesar hanya dinikmati industri pengolah.
Pada akhirnya, ubi bombing bukan hanya istilah yang menarik perhatian masyarakat. Di baliknya terdapat gagasan besar tentang bagaimana komoditas sederhana dapat naik kelas melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.
Jika kelak teknologi ini terbukti efektif dan aman, Indonesia tidak hanya berhasil menemukan cara baru memadamkan api. Kita juga membuka peluang memperkuat industri nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dan bila itu terjadi, yang patut dibanggakan bukan hanya singkongnya, melainkan keberanian anak bangsa untuk berinovasi, keberanian pemerintah untuk menguji, dan keberanian negara untuk memberi kesempatan kepada sebuah gagasan membuktikan nilainya.
Bandar Lampung, 26 Agustus 2026
Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung












