Pesisir Barat

Tiga Hari Hilang Diterjang Ombak Tiga Meter, Nelayan Way Haru Ditemukan Meninggal di Muara Canguk

×

Tiga Hari Hilang Diterjang Ombak Tiga Meter, Nelayan Way Haru Ditemukan Meninggal di Muara Canguk

Sebarkan artikel ini
Tiga Hari Hilang Diterjang Ombak Tiga Meter, Nelayan Way Haru Ditemukan Meninggal di Muara Canguk
Nelayan Way Haru Korban Laka Laut Ditemukan Meninggal di Muara Canguk

Potensinews.id – Tim pencarian dan pertolongan gabungan berhasil menemukan jenazah Suroso (35), nelayan asal Pekon Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Jasad korban ditemukan mengapung di perairan Muara Canguk kawasan perbatasan laut Sumberejo dan Way Haru sekitar pukul 08.10 WIB oleh seorang nelayan bernama Tumono, setelah operasi pencarian memasuki hari ketiga.

Mendapat laporan penemuan, warga bersama nelayan setempat mengerahkan dua unit perahu jukung menuju titik lokasi guna mengevakuasi korban ke daratan Pelabuhan Way Haru sekitar pukul 09.00 WIB untuk diserahkan ke pihak keluarga.

Peristiwa kecelakaan laut bermula saat Suroso bersama rekannya, Herwandi, berangkat melaut menaiki perahu jukung dari dermaga Way Haru pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Baca Juga:  39 KPM di Pekon Seray Pesisir Barat Terima BLT-DD Tahap Pertama

Saat melintasi jalur muara pelabuhan, perahu yang mereka tumpangi dihantam gelombang laut setinggi tiga meter hingga terbalik dan menghempaskan kedua nelayan ke tengah perairan.

Herwandi selaku nakhoda sempat berupaya mencari rekannya di sekitar perahu yang terbalik, sebelum akhirnya terombang-ambing selama tiga jam dan berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju tepian pantai.

Mewakili Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Havian Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan D, S.Psi., M.M., mengonfirmasi tuntasnya operasi SAR yang melibatkan personel Polsek Ngaras, Pos AL Bangkunat, Ditpolairud Polda Lampung, Basarnas, serta warga nelayan sekitar.

Berdasarkan pemeriksaan lapangan, insiden dipicu faktor hempasan gelombang pasang tinggi disertai minimnya kelengkapan pelindung keselamatan seperti rompi pelampung saat melaut.

Baca Juga:  Kapolres Pesisir Barat Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama

Pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan menerima kejadian sebagai musibah murni dan memilih untuk tidak melakukan tindakan visum maupun autopsi medis.

Kapolsek Ngaras mengimbau seluruh nelayan di pesisir barat Lampung agar terus meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan prakiraan cuaca maritim, serta mewajibkan penggunaan alat keselamatan sebelum turun melaut.