Berita

Bahas Otoritas Keilmuan di Era AI, Pimpinan Rumah Ngaji BCL Hadiri Multaqo Ulama Muda 2026 di Jombang

×

Bahas Otoritas Keilmuan di Era AI, Pimpinan Rumah Ngaji BCL Hadiri Multaqo Ulama Muda 2026 di Jombang

Sebarkan artikel ini
Bahas Otoritas Keilmuan di Era AI, Pimpinan Rumah Ngaji BCL Hadiri Multaqo Ulama Muda 2026 di Jombang
Pimpinan Rumah Ngaji BCL Hadiri Multaqo Ulama Muda 2026 di Jombang

Potensinews.id – Pimpinan Rumah Ngaji Bina Cendekia Luhur (BCL) sekaligus Direktur Litbang PPTQ Assahil, Dr. H. Abdurochman, M.Ed., menghadiri forum keilmuan nasional Multaqo Ulama Muda 2026 di Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum (UNIPDU) Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Forum intelektual yang mengusung tema “Santri, Artificial Intelligence, dan Masa Depan Otoritas Keilmuan” menjadi wadah refleksi para akademisi muda dan ulama dalam menyikapi pesatnya laju kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap lanskap transmisi keilmuan Islam.

Sederet narasumber lintas disiplin hadir membedah topik bahasan, di antaranya Gus Rifqil Muslim Suyuti (Pesantren Mambaul Hikmah Kaliwungu Kendal), Habib Syaughi Al Muhdhor (Ahqaff University Yaman), Ning Imaz Fatimatuz Zahra (Pondok Pesantren Lirboyo Kediri), pakar teknologi Ainun Najib (NTU Singapura), serta Muhaqqiq Maktabah Atturmusy Ibnu Harjo Al Jawi.

Baca Juga:  HUT RI Ke-78 TH Momentum Persatuan Bagi Organisasi Putra-Putri Keturunan Pejuang

Habib Syaughi Al Muhdhor menggarisbawahi posisi sanad keilmuan dan keteladanan langsung sosok guru sebagai ruh pendidikan Islam yang tidak dapat digantikan oleh kepraktisan mesin pencari ataupun kecerdasan buatan.

Menurut Habib Syaughi, era keterbukaan informasi menuntut pergeseran orientasi dari sekadar mengejar popularitas digital menuju penguatan integritas, kedalaman ilmu, serta penjagaan adab murid terhadap guru.

Selaras dengan hal itu, Ning Imaz Fatimatuz Zahra menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus didasari kebijaksanaan penuh karena algoritma komputasi tidak memiliki dimensi spiritualitas yang menjadi fondasi utama dalam merujuk hukum agama.

Pertemuan di UNIPDU Jombang menegaskan urgensi santri untuk bersikap adaptif dan kritis memanfaatkan teknologi digital tanpa kehilangan pijakan pada tradisi sanad, adab, dan otoritas fatwa ulama.

Baca Juga:  Rumah Zakat Sukses Gelar Indonesia Mendongeng ke-11 di Lampung, Ajak Anak-anak Cinta Palestina

Kehadiran Dr. Abdurochman menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring keilmuan lintas pesantren sekaligus memperkuat kesiapan kurikulum lembaga dalam merespons dinamika disrupsi zaman.