Berita

Lahirkan Penghafal Al-Qur’an di Gedong Meneng, Panitia Tahfizh Al Iman Buka Pintu Sedekah

×

Lahirkan Penghafal Al-Qur’an di Gedong Meneng, Panitia Tahfizh Al Iman Buka Pintu Sedekah

Sebarkan artikel ini
Lahirkan Penghafal Al-Qur’an di Gedong Meneng, Panitia Tahfizh Al Iman Buka Pintu Sedekah
Imam Masjid Al Iman sekaligus panitia pembangunan, Khamdani.

Potensinews.id – Pembangunan Pondok Tahfizh Al Iman di Kompleks Perumahan Bumi Puspa Kencana, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung terus bergulir secara bertahap, Sabtu, 5 September 2026.

Sarana pendidikan keagamaan diproyeksikan mencetak generasi penghafal Al-Qur’an (hafiz dan hafidzah) berkarakter mulia sekaligus membentengi anak-anak dari pengaruh buruk pergaulan bebas.

Kehadiran ruang pembinaan karakter di lingkungan Masjid Al Iman memperoleh perhatian luas dari kalangan jamaah serta warga perumahan. Gedung dirancang bukan hanya menghadirkan fisik ruang kelas, melainkan menjadi sentra penanaman adab dan nilai-nilai Islami bagi generasi penerus.

Imam Masjid Al Iman sekaligus panitia pembangunan, Khamdani, mengungkapkan pendirian pondok merupakan ikhtiar nyata warga dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan terarah bagi anak-anak.

Baca Juga:  Kemenag Lampung Lantik Jumadi Jadi Kabid Bimas Hindu 

“Harapan saya, kehadiran pondok memberi lingkungan tumbuh kembang yang jauh lebih baik bagi generasi muda. Anak-anak dibimbing agar memiliki akhlak mulia serta lahir para hafiz dan hafidzah penghafal Al-Qur’an,” tutur Khamdani.

Tantangan pergaulan zaman sekarang dinilai kian kompleks dengan maraknya pengaruh negatif di ruang publik. Pembekalan pendidikan agama sejak dini dipandang sebagai pagar pengaman utama agar anak-anak tidak tergelincir ke dalam perilaku menyimpang.

“Tantangan era modern sangat berat karena pergaulan bebas mudah ditemui di mana-mana. Melalui sarana pembinaan Al-Qur’an, kita berupaya merangkul generasi muda agar lebih dekat dengan masjid,” sambungnya.

Khamdani menekankan tujuan akhir pendidikan tahfizh bukan semata mencetak anak yang pandai mengingat baris ayat. Nilai-nilai Al-Qur’an dituntut meresap menjadi pedoman hidup, sopan santun, serta budi pekerti luhur dalam pergaulan sehari-hari sehingga menenteramkan hati para orang tua.

Baca Juga:  KAMPUD Desak Polri Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob yang Lindas Ojol

Kendati pengerjaan struktur bangunan terus berjalan, panitia saat ini masih menghadapi keterbatasan kas untuk melunasi upah para tukang dan kenek. Kebutuhan biaya operasional tukang menjadi perhatian yang terus diupayakan penyelesaiannya oleh pengurus.

“Mengenai kekurangan upah bagi para pekerja, insyaallah selalu ada jalan keluar. Kami meyakini kehadiran orang-orang dermawan yang tergerak membantu dengan tulus semata-mata demi bekal kebaikan umat,” ujar Khamdani.

Bantuan dari masyarakat tidak dibatasi dalam nominal tertentu, melainkan dibuka seluas-luasnya sesuai kemampuan masing-masing donatur. Pihak panitia melayangkan apresiasi mendalam kepada segenap jamaah, tukang, serta donatur yang setia menyokong proyek pendidikan Islam di kawasan Rajabasa.