Berita

Proyek Tahfizh Al Iman Terus Berjalan, Panitia Hadapi Hambatan Pembayaran Upah Pekerja

×

Proyek Tahfizh Al Iman Terus Berjalan, Panitia Hadapi Hambatan Pembayaran Upah Pekerja

Sebarkan artikel ini
Proyek Tahfizh Al Iman Terus Berjalan, Panitia Hadapi Hambatan Pembayaran Upah Pekerja
Pembangunan Pondok Tahfizh Al Iman Terganjal Upah Tukang, Panitia Buka Donasi

Potensinews.id – Kelanjutan pembangunan Pondok Tahfizh Al Iman di Kompleks Perumahan Bumi Puspa Kencana, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung terganjal persoalan biaya operasional tukang dan kenek.

Panitia pembangunan membuka panggilan kepedulian bagi para dermawan serta jamaah guna menuntaskan kewajiban upah pekerja di lapangan, Jumat, 4 September 2026.

Sarana pendidikan Islam yang berdampingan dengan Masjid Al Iman diproyeksikan menjadi pusat pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an. Kendati pengerjaan fisik tetap diupayakan berjalan secara bertahap, kas panitia mengalami keterbatasan anggaran guna membayar jerih payah para tukang.

Bendahara Umum Pembangunan Pondok Tahfizh Al Iman, Imam Juliansyah, S.Pd.I., membeberkan bahwa para tukang dan kenek telah mencurahkan segenap tenaga merampungkan konstruksi bangunan. Keterbatasan kas membuat pihak panitia tersendat melunasi hak keringat mereka.

Baca Juga:  Pekan Sehat dan Bugar SDIT Permata Bunda 1 Ajak Guru dan Orang Tua Hidup Aktif

“Proses pembangunan fisik sarana tahfizh masih berjalan, namun panitia menghadapi kendala pembayaran upah tukang dan kenek. Kami mengetuk hati para dermawan agar berkenan membantu sehingga hak pekerja dapat segera dipenuhi,” tutur Imam Juliansyah.

Imam menekankan, kepedulian terhadap sarana umat tidak melulu dinilai dari besaran sumbangan materiil semata. Jamaah dapat menyalurkan dukungan lewat beragam jalan, mulai dari donasi bahan bangunan, tenaga sukarela, penyambung komunikasi kepada donatur potensial, hingga doa bersama.

“Bagi yang berkelebihan rezeki, mari menyisihkan harta sesuai kesanggupan. Siapa saja yang berkesempatan memberi tenaga, silakan datang bergabung, ataupun membuka jalan menuju calon donatur baru. Kiriman doa tulus pun sangat berarti bagi kelancaran proyek,” ucap Imam.

Baca Juga:  Galang Dana Sarana Belajar Quran di Gedong Meneng, Jamal Serukan Gotong Royong Umat

Menurutnya, pendirian wadah pendidikan Al-Qur’an merupakan investasi peradaban jangka panjang bagi kawasan Rajabasa. Ruang kelas yang rampung bakal menjadi tempat para santri melantunkan ayat suci, mengalirkan pahala kebaikan yang lestari bagi siapa pun yang bergotong royong.

Pihak panitia menyampaikan apresiasi mendalam kepada segenap jamaah serta warga perumahan yang telah menopang fondasi fisik pondok sejak awal mula pengerjaan. Partisipasi publik dinilai menjadi penentu utama agar proses pengerjaan tidak mandek di tengah jalan.

“Semoga Allah membuka jalan keluar, menggerakkan hati para donatur ikhlas, serta melancarkan pemenuhan kebutuhan gedung. Langkah gotong royong bakal membawa faedah berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tutup Imam.