Pesisir Barat

SPPG Tanjung Rejo Diresmikan, Dorong Gizi Anak dan Ekonomi Desa

×

SPPG Tanjung Rejo Diresmikan, Dorong Gizi Anak dan Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
SPPG Tanjung Rejo Diresmikan, Dorong Gizi Anak dan Ekonomi Desa
Asisten I Armand Akhyuni mengecek dapur SPPG Tanjung Rejo, memastikan program makan bergizi gratis berjalan sesuai standar. (Dok: Andi/Istimewa)

Potensinews.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pekon Tanjung Rejo, Kecamatan Bangkunat, Senin (27/4/2026).

Peluncuran tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan, Ir. Armand Akhyuni, yang mewakili Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, bersama para kepala OPD, Camat Bangkunat, para peratin se-Kecamatan Bangkunat, serta jajaran pengelola SPPG.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I, disampaikan bahwa kehadiran SPPG merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi anak.

“Kita ingin memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Tidak boleh ada lagi anak yang belajar dalam kondisi lapar atau kekurangan gizi,” ujarnya.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi besar Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga:  Hitung Mundur: Persiapan HUT Ke-11 Pesibar Tahun Ini

Berdasarkan laporan, dapur SPPG Tanjung Rejo melayani empat jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, dengan total 958 siswa sebagai penerima manfaat. Selain itu, terdapat 772 penerima manfaat kategori B3 di Pekon Tanjung Rejo.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menekankan tiga hal penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertama, penggunaan bahan pangan lokal harus menjadi prioritas, seperti beras, sayur, lauk, dan buah dari petani serta peternak setempat guna mendukung ekonomi desa.

Kedua, kualitas dan kebersihan makanan wajib dijaga. Seluruh makanan harus sehat, aman, dan layak konsumsi, mengingat sasaran utama adalah anak-anak.

Ketiga, diperlukan pengawasan dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat, termasuk PKK dan orang tua, agar program berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Peratin Kampung Jawa Rudi Yanto Realisasikan BLT - DD Tahap III Tahun 2023

Pemerintah juga menekankan pentingnya peran Satuan Tugas MBG dalam melakukan pemantauan operasional SPPG agar berjalan sesuai standar, transparan, dan akuntabel.

“SPPG ini diharapkan bukan sekadar program seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Mari kita jaga komitmen dan terus berinovasi,” tutupnya.