Tanggamus

Program Adiwiyata Bangkit di Tanggamus, 186 Sekolah Daftar SIDIA dan 7 Sekolah Jalani Validasi

×

Program Adiwiyata Bangkit di Tanggamus, 186 Sekolah Daftar SIDIA dan 7 Sekolah Jalani Validasi

Sebarkan artikel ini
Program Adiwiyata Bangkit di Tanggamus, 186 Sekolah Daftar SIDIA dan 7 Sekolah Jalani Validasi
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanggamus saat ini tengah melakukan validasi lapangan terhadap sekolah-sekolah yang mengajukan penilaian Adiwiyata tingkat kabupaten tahun 2026. | Ist

Potensinews.id – Program Adiwiyata di Kabupaten Tanggamus kembali digiatkan setelah sempat vakum cukup lama. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanggamus saat ini tengah melakukan validasi lapangan terhadap sekolah-sekolah yang mengajukan penilaian Adiwiyata tingkat kabupaten tahun 2026.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Tanggamus, Gunawan, mewakili Kepala DLH Kemas Amin Yuspi, mengatakan antusiasme sekolah untuk mengikuti program tersebut cukup tinggi.

“Saat ini sudah ada 186 sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang mendaftar pada aplikasi SIDIA. Namun sebagian besar masih dalam proses registrasi dan pendalaman program Adiwiyata,” ujar Gunawan, Sabtu (13/6/2026).

Dari jumlah tersebut, tujuh sekolah telah mengajukan penilaian dan menjalani proses validasi lapangan oleh tim DLH Tanggamus. Sekolah tersebut yaitu SDN 1 Way Jaha, SMPN 2 Pugung, SD Fransiskus Gisting, SDN 3 Gisting Atas, SD IT Teladan Kotaagung, SMPN 1 Gisting, dan SMPN 1 Sumberejo.

Baca Juga:  Polres Tanggamus Tetapkan Dua Tersangka Curas Disertai Pembunuhan di Pugung

Gunawan menjelaskan, penilaian Adiwiyata mencakup 24 indikator dalam empat komponen utama, yakni kebijakan sekolah, proses pembelajaran, kegiatan berbasis partisipasi, serta sarana dan prasarana pendukung.

Setiap indikator mencakup aspek kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, serta penghematan air dan energi.

“Sebagian besar sekolah sudah mulai menerapkan gerakan peduli lingkungan, namun masih ada yang perlu perbaikan dari sisi administrasi dan dokumentasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, beberapa sekolah sudah berpotensi meraih predikat Adiwiyata tingkat Kabupaten Tanggamus.

Namun demikian, tantangan utama saat ini adalah menghidupkan kembali pemahaman tentang Program Adiwiyata setelah sempat vakum cukup lama. Menurutnya, masih ada anggapan bahwa program ini hanya berkaitan dengan lomba sarana prasarana, padahal lebih menekankan pada pembentukan budaya peduli lingkungan.

Baca Juga:  Warga Tangkap Pencuri Biji Kopi, Kerja Sama Apik Warga dan Polisi

“Intinya bukan hanya soal fisik sekolah, tetapi bagaimana membangun kesadaran dan kebiasaan peduli lingkungan di seluruh warga sekolah,” tegasnya.

DLH Tanggamus ke depan akan terus melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap sekolah peserta. Sekolah yang berhasil meraih predikat Adiwiyata Kabupaten akan didorong ke tingkat nasional, sementara sekolah lainnya tetap mendapat pendampingan.

Target tahun 2026 adalah memperkenalkan kembali Program Adiwiyata ke seluruh satuan pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Tanggamus.

DLH juga akan melakukan pemantauan rutin terhadap implementasi program agar budaya peduli lingkungan tidak hanya muncul saat penilaian berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari di sekolah.

Selain itu, rencana pemberian apresiasi bagi sekolah berkomitmen terbaik juga tengah dikaji oleh tim pembina Adiwiyata kabupaten.

Baca Juga:  Wali Murid Keluhkan Nepotisme di SMK Maarif 1 Tanggamus, Ijazah Siswa Tertahan

Gunawan berharap semakin banyak sekolah di Tanggamus yang terlibat dalam program ini sehingga mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Harapannya, budaya peduli lingkungan bisa tumbuh kuat di sekolah-sekolah, baik dalam pengelolaan sampah, penghematan energi, maupun pelestarian keanekaragaman hayati,” pungkasnya.