Potensinews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan bergerak cepat melakukan langkah antisipatif pencegahan penyebaran Hantavirus dengan menggandeng Puskesmas Negeri Baru untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Way Kanan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai bahaya Hantavirus, sekaligus mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai gejala awal infeksi Hantavirus, cara penularan, serta pentingnya menjaga kebersihan kamar hunian dan area sekitar lapas agar terbebas dari sarang maupun kotoran tikus yang berpotensi menjadi sumber penularan.
Kepala Puskesmas Negeri Baru, Sopian, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pemahaman mengenai Hantavirus sangat penting karena virus ini dapat menular melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, maupun kotoran tikus.
“Kami menekankan kepada warga binaan bahwa Hantavirus bukanlah hal yang sepele. Infeksinya dapat menyerang saluran pernapasan dengan cepat. Oleh karena itu, upaya memutus rantai penularan harus dimulai dari kedisiplinan menjaga kebersihan setiap sudut barak dan lingkungan sekitar,” ujar Sopian.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Way Kanan, Riski Burhannudin, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan warga binaan merupakan salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan program pembinaan di lapas.
“Sosialisasi ini merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar warga binaan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Kami juga telah menjadwalkan pembersihan menyeluruh pada area-area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya tikus,” kata Riski.
Menurutnya, langkah cepat tersebut merupakan bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan di lingkungan lapas yang memiliki tingkat mobilitas dan kepadatan hunian cukup tinggi.
“Kami harus bergerak cepat karena faktor kepadatan hunian di lapas dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit apabila tidak diantisipasi sejak dini. Melalui sosialisasi ini, kami membangun pertahanan pertama dari sisi kesadaran dan kepedulian warga binaan terhadap kesehatan lingkungan,” tegasnya.
Kegiatan edukasi tersebut mendapat sambutan positif dari warga binaan yang menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama demi menciptakan kondisi hunian yang sehat dan nyaman.
Melalui langkah preventif ini, Lapas Kelas IIB Way Kanan menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, aman, dan bebas dari ancaman penyakit menular.












