Potensinews.id – Aktivitas Pelabuhan Tahuna sementara dipindahkan ke Pelabuhan Petta, Kecamatan Tabukan Utara. Langkah ini diambil mengingat dermaga pelabuhan sedang direnovasi serta demi kelancaran arus transportasi laut di wilayah tersebut, Kamis, 9 Juli 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna, Melfrid Palenewen, menyampaikan permohonan maaf atas pengalihan sementara aktivitas kapal tersebut. Ia menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menunjang percepatan rehabilitasi dermaga Pelabuhan Tahuna. Dengan adanya perbaikan tersebut, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan aktivitasnya di Pelabuhan Petta.
Untuk jalur transportasi laut Tahuna–Manado, rute sementara akan diganti menjadi Petta–Manado (PP). Selain itu, kapal perintis yang terjadwal dari Talaud, Siau, dan Bitung juga akan dialihkan untuk bersandar di Pelabuhan Petta. Hal ini dikarenakan kapasitas dermaga di Tahuna sementara waktu hanya dapat melayani kapal tol laut kontainer (Logistik Nusantara) yang akan beraktivitas mulai tanggal 12 hingga 18 Juli 2026.
“Kami berharap masyarakat mendukung upaya rehabilitasi fasilitas pelabuhan ini dengan beraktivitas di Pelabuhan Petta sementara waktu pada rentang tanggal 12 sampai 18 Juli 2026,” ucapnya.
Ia menambahkan, setelah kapal tol berangkat dari Pelabuhan Tahuna, seluruh aktivitas akan kembali normal seperti sedia kala. Aktivitas Pelabuhan Tahuna akan kembali dialihkan menyesuaikan jadwal kunjungan kapal tol laut berikutnya, yakni 20 hari kemudian. Pada saat itu, kapal-kapal lain akan dipindahkan lagi ke Pelabuhan Petta.
Terkait operasional kapal cepat (Express Bahari), pelayanan juga dipindahkan ke Pelabuhan Petta apabila jadwal keberangkatannya berada pada rentang 12 hingga 18 Juli 2026. Adapun loket penjualan tiket penumpang tetap beroperasi seperti biasa di Pelabuhan Tahuna. Selain itu, penumpang juga dapat membeli tiket langsung di loket Pelabuhan Petta sebelum keberangkatan atau memesannya melalui aplikasi Easybook secara online untuk mendapatkan tiket lebih awal.
Melfrid juga menanggapi keluhan terkait aktivitas pekerjaan proyek pada hari Minggu yang sempat mengganggu kenyamanan masyarakat. Ia menyampaikan permohonan maaf karena tenaga ahli yang dipekerjakan berasal dari luar daerah.
“Saya sudah menegur pekerja dan memberikan pembinaan agar tidak ada aktivitas pekerjaan proyek pada hari Minggu mulai pukul 09.00 hingga 12.00 untuk menghormati jam ibadah. Setelah jam tersebut, pekerjaan baru bisa dilanjutkan. Sekali lagi, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan sebelumnya,” ujar Melfrid.
Pihak KUPP Kelas II Tahuna mengharapkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat demi kelancaran program pemerintah tersebut. Rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tahuna ini ditargetkan rampung pada Desember 2026, sehingga nantinya masyarakat dapat kembali menikmati fasilitas pelabuhan yang lebih memadai dan representatif.












